MARKET NEWS

Pendapatan Naik 11 Persen, ASSA Jaga Ekspansi di Tengah Tekanan Global

Shifa Nurhaliza Putri 30/04/2026 10:40 WIB

ASSA membukukan pendapatan sebesar Rp1,54 triliun, meningkat sekitar 11 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp1,39 triliun.

Pendapatan Naik 11 Persen, ASSA Jaga Ekspansi di Tengah Tekanan Global. (Foto: Doc ASSA)

IDXChannel - PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) mencatatkan pertumbuhan pendapatan yang solid pada Kuartal I-2026, meski laba bersih sedikit tertekan akibat kenaikan beban operasional.

Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp1,54 triliun, meningkat sekitar 11 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp1,39 triliun. Kinerja ini ditopang oleh penguatan bisnis logistik serta performa stabil dari lini rental korporasi dan penjualan kendaraan bekas.

“Penguatan pilar bisnis logistik serta performa stabil di lini rental korporasi dan penjualan kendaraan bekas menjadi penggerak utama pertumbuhan pendapatan Perseroan periode ini,” ujar Direktur Utama ASSA, Prodjo Sunarjanto, dalam keterangannya Kamis (30/4/2026).

Di sisi lain, peningkatan pendapatan turut diiringi kenaikan beban operasional seiring langkah strategis Perseroan dalam melakukan investasi infrastruktur jangka panjang serta persiapan proyek baru.

Beban pokok pendapatan tercatat naik menjadi Rp1,08 triliun dari sebelumnya Rp967,21 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, beban umum dan administrasi meningkat menjadi Rp225,05 miliar, dibandingkan Rp182,45 miliar pada Kuartal I-2025.

Sejalan dengan kondisi tersebut, ASSA mencatatkan laba tahun berjalan sebesar Rp141,45 miliar, sedikit menurun dibandingkan Rp143,76 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Di tengah ketidakpastian geopolitik global, ASSA memilih untuk melangkah lebih hati-hati dalam ekspansi bisnis. Perseroan menekankan strategi pertumbuhan yang terukur dengan fokus pada efisiensi, peningkatan kapasitas, serta kualitas layanan.

“Sekarang ini kami akan lebih fokus pada upaya untuk memenuhi permintaan yang ada sambil terus menata infrastruktur agar makin baik dan bisa tumbuh secara sehat di 2026,” kata Prodjo.

(Shifa Nurhaliza Putri)

SHARE