PGE (PGEO) Bakal Eksplorasi Panas Bumi Cubadak Panti di Sumbar, Potensi Capai 77 MW
PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (GEO) mendapatkan mandat untuk melakukan Survei Pendahuluan dan Eksplorasi (PSPE) panas bumi di Cubadak Panti, Sumbar.
IDXChannel - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk atau PGE (GEO) mendapatkan mandat dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk melakukan Survei Pendahuluan dan Eksplorasi (PSPE) panas bumi di wilayah Cubadak Panti, Kabupaten Pasaman dan Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar).
Mandat tersebut diberikan melalui Surat Keputusan (SK) Menteri ESDM Nomor 176.K/EK.04/MEM.E/2026 tentang Penugasan PSPE Panas Bumi kepada PGE. SK tersebut diserahkan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia kepada Direktur Utama PGE, Ahmad Yani dalam acara The 12th Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2026 di Jakarta, Rabu (19/8/2026).
Penugasan tersebut bertujuan mengidentifikasi sekaligus membuktikan potensi panas bumi di wilayah Cubadak Panti. Wilayah PSPE Cubadak Panti mencakup area seluas sekitar 29.897 hektare. Berdasarkan data awal, wilayah tersebut diperkirakan memiliki potensi cadangan panas bumi sebesar 77 megawatt (MW).
Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy Tbk, Ahmad Yani mengatakan, jika potensi tersebut terbukti, maka panas bumi Cubadak Panti diproyeksikan mampu memenuhi kebutuhan listrik sekitar 40 ribu rumah tangga.
"Tanggung jawab ini menjadi bagian dari komitmen PGE untuk terus mendukung target Net Zero Emission 2060 dan memperkuat ketahanan energi nasional. Penugasan ini juga sejalan dengan komitmen provinsi Sumatera Barat sebagai Green Province," ujar Ahmad Yani.
Dia mengatakan PGE akan menjalankan mandat tersebut dengan mendorong sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat. Proyek ini diharapkan kedepan mampu memberikan nilai manfaat bagi masyarakat yang luas ketika sudah direalisasikan.
"Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat, PGE akan melaksanakan mandat ini agar dapat mengubah potensi panas bumi Cubadak Panti menjadi manfaat yang berkelanjutan dan bernilai tambah bagi masyarakat," katanya.
Ahmad Yani mengatakan, penugasan eksplorasi Cubadak Panti menjadi salah satu langkah PGE dalam memperluas pengembangan panas bumi di Indonesia. Langkah tersebut dilakukan bersamaan dengan upaya perusahaan mengoptimalkan aset panas bumi yang telah beroperasi.
Dalam gelaran IIGCE 2026, PGE juga menandatangani Letter of Intent (LoI) dengan PT PLN (Persero) dan PT PLN Indonesia Power untuk pengembangan PLTP Ulubelu Bottoming Unit berkapasitas 30 MW dan PLTP Lahendong Bottoming Unit berkapasitas 15 MW.
PGE menyebut pengembangan ini merupakan bagian dari strategi pertumbuhan perseroan, termasuk optimalisasi aset eksisting dan percepatan pengembangan kapasitas panas bumi baru.
(Rahmat Fiansyah)