PGEO Beberkan 4 Proyek dalam Blue Book 2025-2029, Nilai Investasi Rp18 Triliunan
Pertamina Geothermal membagikan empat proyek perseroan yang masuk dalam Blue Book 2025-2029 oleh Kementerian PPN/Bappenas.
IDXChannel—Direktur Eksplorasi dan Pengembangan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) Edwil Suzandi mengatakan ada empat proyek perseroan yang masuk dalam Blue Book 2025–2029 oleh Kementerian PPN/Bappenas.
Antara lain Lumut Balai Unit 3, Lumut Balai Unit 4, Gunung Tiga/Ulubelu Extension I, serta Lahendong Unit 7–8 & Binary. Adapun total nilai investasi untuk keempat proyek tersebut mencapai lebih dari USD1,09 miliar, setara Rp18,38 triliun.
“Realisasi proyek-proyek ini diproyeksikan menambah 215 MW kapasitas listrik rendah emisi yang direncanakan beroperasi secara bertahap mulai 2029-2032. Ini mempertegas komitmen kami dalam mengembangkan potensi 3 gigawatt panas bumi yang dimiliki,” ujar Edwil dalam keterangan resminya, Rabu (11/3/2026).
Perseroan juga optimistis dapat kembali mencatatkan rekor produksi all-time high pada tahun ini dengan memproyeksikan realisasi produksi 2026 mencapai 5.255 gigawatt-hour (GWh), atau tumbuh 3,14 persen secara tahunan.
Tahun lalu, PGEO sukses mencatatkan produksi sebesar 5.095 GWh, meningkat 5,55 persen dibandingkan dengan 2024.
Target ini didukung oleh upaya berkelanjutan yang dilakukan perseroan untuk meningkatkan kinerja operasional, sekaligus mengoptimalkan kapasitas pembangkit eksisting dalam pengelolaan PGEO.
Sebagai pengingat, saat ini perseroan mengelola 15 Wilayah Kerja Panas Bumi dengan total kapasitas terpasang mencapai 1.932 MW yang terbagi atas 725 MW yang dikelola langsung oleh PGEO, sedangkan sisanya dikelola dengan skema Kontrak Operasi Bersama.
Kapasitas terpasang panas bumi di wilayah kerja perseroan berkontribusi sekitar 70 persenan dari total kapasitas terpasang panas bumi di Indonesia, ini setara dengan potensi pengurangan emisi karbon sekitar 10 juta ton CO2 sepanjang tahun.
(Nadya Kurnia)