IDXChannel—PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) membukukan produksi sebesar 5.095 gigawatt-hour (GWh) sepanjang tahun lalu, meningkat 5,55 persen dari realisasi 2024. Capaian tahunan ini juga menyentuh rekor all-time high.
Direktur Operasi PT Pertamina Geothermal Energy Tbk Andi Joko Nugroho mengatakan peningkatan produksi ini ditopang oleh realisasi faktor beban, atau load factor, yang lebih tinggi dan tambahan kapasitas terpasang 55 MW dari PLTP Lumut Balai Unit 2.
Pembangkit tersebut mulai beroperasi secara komersial pada Juni tahun lalu. Dengan tambahan ini, kapasitas terpasang di PGEO saat ini meningkat 727 MW, dari sebelumnya 672 MW.
“Ke depan, kami juga terus melakukan optimalisasi aset eksisting, mendorong ekspansi dan pertumbuhan bisnis, sekaligus mengembangkan berbagai sumber pendapatan masa depan (future revenue streams),” terang Andi dalam keterangan resminya, Rabu (11/3/2026).
Lebih lanjut, perseroan juga memproyeksikan produksi listrik mencapai kisaran 5.255 GWh sepanjang 2026, atau naik 3,14 persen (yoy). Target ini didukung oleh upaya perseroan yang berkelanjutan untuk meningkatkan kinerja operasional dan kapasitas pembangkit.