Andi menjelaskan bahwa peningkatan produksi listrik terjadi pada sejumlah wilayah operasi PGEO. Antara lain wilayah Kamojang, yang diproyeksikan mencapai 1.806 GWh, lalu Ulubelu sebesar 1.617 GWh, Lumut Balai sebesar 714 GWh, dan Karaha sebesar 109 GWh.
“Capaian didukung oleh tingkat reliabilitas sistem yang tetap tinggi, dengan ketersediaan pembangkit (availability factor) mencapai 98,93 persen, kapasitas (capacity factor) mencapai 86,58 persen, dan tingkat outage yang rendah yakni hanya 0,41 persen,” sambung Andi.
(Nadya Kurnia)