PGEO Kebut Proyek PLTP Lumut Balai Unit 4, Tambah Kapasitas 55 MW
PGEO akan melaksanakan pengeboran tiga sumur eksplorasi dengan estimasi investasi sebesar USD32,21 juta.
IDXChannel - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) mempercepat eksekusi Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lumut Balai Unit 4 berkapasitas 55 megawatt (MW).
Sebagai tahap awal, PGEO akan melaksanakan pengeboran tiga sumur eksplorasi dengan estimasi investasi sebesar USD32,21 juta.
Proyek yang berlokasi di Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Lumut Balai dan Margabayur, Sumatera Selatan ini dimulai dari pembangunan infrastruktur, pengeboran sumur eksplorasi, uji produksi, hingga penerbitan Notice of Resource Confirmation (NORC), dengan target penyelesaian pada Oktober 2027.
"PGEO tidak hanya berfokus pada penambahan potensi kapasitas terpasang, tetapi mencerminkan komitmen perseroan dalam memastikan keberlanjutan pasokan energi bersih sekaligus meningkatkan keandalan portofolio panas bumi nasional," kata Direktur Utama PGEO Ahmad Yani dalam keterangan, Jumat (17/4/2026).
Dari sisi teknis, WKP Lumut Balai memiliki area sumber daya panas bumi yang luas, berkisar antara 22 hingga 66 km2.
Hasil studi geosains serta simulasi reservoir terbaru menunjukkan bahwa cadangan eksisting mampu mendukung pengembangan tambahan kapasitas 55 MW pada Unit 4.
Proyek PLTP Lumut Balai Unit 4 ini ditargetkan beroperasi secara penuh (commercial operation date/COD) pada 2032, menggenapkan total kapasitas PGE Area Lumut Balai mencapai 220 MW, dengan penambahan PLTP Lumut Balai Unit 3 di 2030.
Direktur Eksplorasi & Pengembangan PGEO Edwil Suzandi menambahkan, lokasi pengeboran berada di area tersebut sangat prospektif secara geologi.
Area eksplorasi ini terletak di sekitar zona upflow utama dengan karakteristik permeabilitas tinggi yang telah terverifikasi melalui berbagai kajian geosains dan studi teknis secara komprehensif.
"Dengan dukungan data teknis tersebut, pengembangan PLTP Lumut Balai Unit 4 ke depan diharapkan dapat berjalan lebih terarah, efisien, dan memiliki tingkat keberhasilan yang lebih terukur," tutur dia.
Sementara itu, Direktur Operasi PGEO Andi Joko Nugroho menegaskan, proyek PLTP Lumut Balai Unit 4 menjadi langkah strategis untuk meningkatkan cadangan terbukti sekaligus memastikan keberlanjutan pengembangan WKP Lumut Balai.
Secara komersial, proyek ini memiliki prospek yang kuat dengan tersedianya Power Purchase Agreement (PPA) ditambah skema eskalasi.
Selain itu, pertumbuhan kebutuhan listrik di Provinsi Sumatera Selatan yang diproyeksikan mencapai 6,072 persen per tahun turut menjadi faktor pendukung utama bagi pengembangan proyek ini.
(DESI ANGRIANI)