MARKET NEWS

Porsi Transaksi Wealth Digital OCBC Naik ke 44 persen, Obligasi Digital Melonjak 50 persen

Shifa Nurhaliza Putri 18/06/2026 14:00 WIB

OCBC mencatat, pada kuartal I-2026, total nilai transaksi melalui e-channel tumbuh 15 persen secara tahunan (year-on-year/YoY).

Porsi Transaksi Wealth Digital OCBC Naik ke 44 persen, Obligasi Digital Melonjak 50 persen (Foto: Ilustrasi)

IDXChannel – Transformasi digital mengubah wajah layanan wealth management yang sebelumnya identik dengan pertemuan tatap muka di kantor cabang dan konsultasi panjang bersama relationship manager. Kini, pengelolaan investasi dan aset dapat dilakukan secara lebih praktis melalui kanal digital, seiring meningkatnya jumlah investor muda yang melek teknologi.

Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) per Desember 2025, sebanyak 54 persen investor pasar modal di Indonesia berusia di bawah 30 tahun. Perubahan demografi tersebut turut mendorong pergeseran perilaku nasabah dalam mengelola keuangan dan investasi.

PT Bank OCBC NISP Tbk (OCBC) mencatat, pada kuartal I-2026, total nilai transaksi melalui e-channel tumbuh 15 persen secara tahunan (year-on-year/YoY). Jumlah pengguna aktif individu internet banking dan OCBC Mobile meningkat 8 persen YoY, sementara pengguna aktif OCBC Business Mobile untuk nasabah korporasi naik 20 persen YoY.

Digitalisasi juga membawa perubahan mendasar pada industri wealth management. Layanan yang sebelumnya identik dengan segmen high-net-worth individuals (HNWI) kini semakin mudah diakses oleh masyarakat yang tengah membangun kekayaan.

Melalui fitur seperti digital onboarding, analisis profil risiko secara digital, akses informasi pasar secara real-time, hingga transaksi investasi melalui mobile banking, hambatan akses terhadap layanan wealth management semakin berkurang.

Tren tersebut tercermin dari meningkatnya aktivitas transaksi investasi melalui kanal digital OCBC. Porsi transaksi wealth melalui kanal digital naik dari 30 persen pada 2024 menjadi 44 persen pada 2025.

Selain itu, jumlah transaksi obligasi melalui platform digital tumbuh 50 persen YoY, dengan volume transaksi meningkat 89 persen YoY.

Dari sisi bisnis, unit wealth management OCBC juga membukukan pertumbuhan yang solid. Dalam periode 2022 hingga 2025, dana kelolaan atau assets under management (AUM) tumbuh dengan compound annual growth rate (CAGR) sebesar 29 persen, hingga mencapai lebih dari Rp120 triliun pada akhir 2025.

Direktur OCBC, Johannes Husin, mengatakan fenomena tersebut menunjukkan bahwa wealth management tengah mengalami pergeseran dari layanan yang eksklusif menjadi solusi finansial yang dapat diakses lebih luas.

"Fenomena ini menunjukkan bahwa wealth management sedang mengalami pergeseran dari layanan yang eksklusif menjadi solusi finansial yang dapat diakses oleh lebih banyak segmen nasabah. Ke depan, OCBC melihat wealth management akan menjadi semakin digital, personal, dan inklusif. Teknologi memungkinkan kami menghadirkan layanan yang lebih mudah diakses, sementara pemanfaatan data membantu memberikan solusi yang lebih relevan bagi kebutuhan setiap nasabah, tidak hanya nasabah affluent saja tetapi untuk semua segmen," ujar Johannes.

Ia menambahkan, wealth management tidak hanya sebatas penyediaan produk investasi, melainkan pendampingan bagi nasabah dalam setiap tahap perjalanan finansial mereka.

"Bagi kami, wealth management bukan hanya tentang menyediakan produk investasi, tetapi bagaimana kami dapat berjalan berdampingan dengan nasabah dalam setiap tahap perjalanan finansial mereka," tutup Johannes.

(Shifa Nurhaliza Putri)

SHARE