Prediksi IHSG Hari Ini, Pantau Pergerakan Saham ANTM, HRUM, hingga PGAS
Saat ini posisi IHSG diperkirakan masih berada pada bagian dari wave [iv] dari wave A label hitam atau bagian dari wave B pada label merah
IDXChannel - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup terkoreksi 36,20 poin atau 0,47 persen ke level 7.639,75, setelah sempat bergerak fluktuatif sepanjang sesi.
Dikutip dari riset MNC Sekuritas Kamis (16/4/2026), saat ini posisi IHSG diperkirakan masih berada pada bagian dari wave [iv] dari wave A label hitam atau bagian dari wave B pada label merah, di mana akan membawa IHSG ke rentang 7.786-7.843 sekaligus menguji area resistancenya.
Cermati area koreksi terdekat yang berada di 7.457-7.578. Adapun support: 7.488, 7.351
Resistance: 7.700, 7.861.
ANTM - Spec Buy
ANTM menguat 1,03 persen ke Rp3.940 namun disertai dengan munculnya volume penjualan, pergerakannya pun belum mampu menembus MA60. Diperkirakan, posisi ANTM saat ini sedang berada pada bagian dari wave [iii] dari wave C.
Spec Buy: Rp3.810-3.930
Target Price: Rp4.070, Rp4.270
Stoploss: below Rp3.780
HRUM - Buy on Weakness
HRUM menguat 0,97 persen ke Rp1.040 namun pergerakannya disertai dengan munculnya tekanan jual. Diperkirakan, posisi HRUM saat ini sedang berada pada bagian dari wave iii dari wave (c) dari wave [d].
Buy on Weakness: Rp1.015-1.035
Target Price: Rp1.115, Rp1.150
Stoploss: below Rp1.010
NCKL - Buy on Weakness
NCKL menguat 2,68 persen ke Rp1.150 namun masih didominasi oleh tekanan jual, namun penutupannya berada di bawah MA20. Diperkirakan, posisi NCKL saat ini sedang berada pada bagian dari wave [iv] dari wave C dari wave (B).
Buy on Weakness: Rp1.120-1.145
Target Price: Rp1.215, Rp1.245
Stoploss: below Rp1.100
PGAS - Buy on Weakness
PGAS menguat 2,71 persen ke Rp1.895 dan masih didominasi oleh volume pembelian, penguatannya pun mampu menembus MA20. Diperkirakan, posisi PGAS saat ini sedang berada pada bagian dari wave A dari wave (B).
Buy on Weakness: Rp1.855-1.895
Target Price: Rp1.965, Rp1.995
Stoploss: below Rp1.835
(kunthi fahmar sandy)