MARKET NEWS

Prospek Saham BULL Dinilai Masih Menarik, Intip Target Terbaru

TIM RISET IDX CHANNEL 10/09/2026 10:39 WIB

Saham PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) dinilai masih memiliki ruang penguatan setelah mencatat lonjakan kinerja sepanjang semester I-2026.

Prospek Saham BULL Dinilai Masih Menarik, Intip Target Terbaru. (Foto: Buana Lintas)

IDXChannel – Saham PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) dinilai masih memiliki ruang penguatan setelah mencatat lonjakan kinerja sepanjang semester I-2026.

RHB Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli dan menaikkan target harga saham BULL menjadi Rp800 dari sebelumnya Rp760 per saham.

Analis RHB Sekuritas Arandi Nugraha Pradana menyebut kenaikan target harga tersebut mencerminkan prospek pertumbuhan laba BULL yang masih kuat, ditopang tarif sewa kapal tanker yang melonjak serta penambahan armada baru.

Dalam riset yang terbit pada 9 September 2026, Arandi menaikkan proyeksi laba BULL untuk 2026 sebesar 33 persen setelah memperhitungkan kinerja semester I-2026 dan akuisisi empat kapal tanker baru.

“BULL membukukan laba bersih semester I-2026 sebesar USD58 juta, didorong oleh lonjakan tarif spot kapal tanker,” tulis Arandi dalam riset tersebut.

Kinerja tersebut tercermin dari laba bersih BULL yang melesat 618,6 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi USD58 juta pada semester I-2026.

Capaian tersebut telah melampaui ekspektasi RHB Sekuritas yang setara dengan 75 persen dari proyeksi setahun penuh, sekaligus berada di atas konsensus yang mencapai 79 persen.

Pendapatan BULL juga melonjak 84 persen yoy menjadi USD128,7 juta. Di sisi lain, beban pendapatan hanya meningkat 23,6 persen yoy, sehingga laba kotor tumbuh 243 persen yoy menjadi USD66,1 juta.

Kondisi tersebut mengerek margin laba kotor menjadi 51 persen pada semester I 2026, dibandingkan 28 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Margin laba bersih juga meningkat tajam menjadi 45 persen, dari 12 persen pada semester I 2025.

Penguatan kinerja terutama berasal dari pendapatan kapal yang dimiliki BULL, seiring tingginya tarif angkutan. Lebih dari 90 persen armada BULL dioperasikan dengan kontrak spot, sehingga perseroan relatif cepat menangkap kenaikan tarif tanker.

Pada kuartal II-2026 saja, laba bersih BULL mencapai USD44,2 juta atau melonjak 211 persen secara kuartalan (quarter-on-quarter/qoq).

Pendapatan meningkat 92,9 persen qoq menjadi USD84,8 juta, sedangkan laba kotor melesat 157 persen qoq.

Margin laba bersih BULL pun mencapai 52 persen pada kuartal II-2026, sementara margin laba kotor mencapai 56 persen, naik dari 42 persen pada kuartal I2026.

Selain pertumbuhan bisnis inti, BULL juga mencatat keuntungan sebesar USD2,59 juta dari akuisisi anak usaha Offshore Maritime Holdings (OMH), perusahaan berbasis Singapura yang diakuisisi pada Maret 2026.

Prospek BULL juga mendapat dukungan dari penambahan armada. Perseroan baru memperoleh empat kapal tanker medium range dengan nilai investasi sekitar USD100 juta, yang sekitar 80 persen dibiayai utang.

Keempat kapal tersebut diperkirakan mulai menghasilkan pendapatan pada semester II-2026, sehingga dapat membantu menjaga momentum pertumbuhan laba meski terdapat empat kapal BULL yang dijadwalkan menjalani docking pada periode yang sama.

RHB Sekuritas menilai tarif spot yang tinggi masih berpotensi menopang kinerja BULL pada paruh kedua 2026.

Hingga 8 September 2026, tarif spot tanker jenis dirty Aframax rute Rotterdam-Singapura rata-rata mencapai USD79.414 per hari secara year-to-date, melonjak 224 persen yoy.

RHB Sekuritas memperkirakan tarif efektif tanker BULL pada 2026 mencapai USD77.500 per hari, naik 62 persen yoy.

Menurut Arandi, BULL juga terlihat lebih cepat memonetisasi lonjakan tarif tanker dibandingkan sejumlah pemain tanker minyak dan gas (migas) di Indonesia.

Sebagian besar kapal tanker minyak BULL beroperasi di kawasan Mediterania, sehingga perseroan dapat lebih cepat menikmati kenaikan tarif spot terbaru.

Berdasarkan kinerja semester I-2026, BULL mencatat margin laba bersih dan return on equity (ROE) tertinggi di antara emiten tanker migas Indonesia, masing-masing sebesar 52 persen dan 27 persen.

Dari sisi valuasi, RHB Sekuritas menilai saham BULL masih menarik. Saham perseroan diperdagangkan pada price-to-earnings ratio (P/E) 3,7 kali berdasarkan estimasi 2026, atau sekitar 60 persen lebih rendah dibandingkan rata-rata perusahaan sejenis.

Valuasi tersebut juga sekitar 17 persen di bawah rata-rata P/E BULL selama tiga tahun terakhir berdasarkan proyeksi 2026.

RHB Sekuritas menilai valuasi tersebut belum sepenuhnya mencerminkan prospek pertumbuhan laba BULL, termasuk ekspansi ke bisnis kapal tanker liquefied natural gas (LNG).

Dengan mempertahankan rekomendasi beli, RHB Sekuritas menetapkan target harga BULL sebesar Rp800 per saham. Target tersebut memberikan potensi kenaikan sekitar 83 persen dari level harga saat riset diterbitkan.

Target harga tersebut juga telah memperhitungkan diskon environmental, social, and governance (ESG) sebesar 12 persen. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.

SHARE