MARKET NEWS

Proyeksi Harga Emas Sepekan: Analis Netral, Ritel Masih Bullish

TIM RISET IDX CHANNEL 16/02/2026 07:26 WIB

Harga emas dunia melonjak lebih dari 2 persen pada Jumat (13/2/2026) dan mencatat kenaikan mingguan.

Proyeksi Harga Emas Sepekan: Analis Netral, Ritel Masih Bullish. (Foto: Freepik)

IDXChannel - Harga emas dunia melonjak lebih dari 2 persen pada Jumat (13/2/2026) dan mencatat kenaikan mingguan.

Kenaikan ini terjadi setelah data inflasi Amerika Serikat (AS) yang lebih lemah dari perkiraan kembali memunculkan harapan pemangkasan suku bunga Federal Reserve (The Fed) tahun ini.

Sentimen tersebut menutup kekhawatiran akibat data ketenagakerjaan yang lebih kuat dari perkiraan pada awal pekan.

Emas spot ditutup naik 2,45 persen menjadi USD5.042,74 per troy ons pada Jumat, sehingga secara mingguan menguat 1,57 persen.

Sehari sebelumnya, logam mulia ini sempat merosot sekitar 3 persen dan menyentuh level terendah dalam hampir sepekan.

“Emas, dan terutama perak, menikmati reli pelepasan tekanan setelah data CPI Januari yang relatif ringan meredakan kekhawatiran yang dipicu laporan tenaga kerja kuat pada Rabu,” ujar trader logam independen, Tai Wong, dikutip Reuters.

Indeks Harga Konsumen (CPI) AS naik 0,2 persen pada Januari, lebih rendah dari ekspektasi ekonom sebesar 0,3 persen, setelah mencatat kenaikan 0,3 persen pada Desember yang tidak direvisi.

Pelaku pasar saat ini memperkirakan total pemangkasan suku bunga sebesar 63 basis poin tahun ini, dengan penurunan pertama diperkirakan pada Juli, berdasarkan data LSEG.

Emas yang tidak memberikan imbal hasil cenderung diuntungkan dalam lingkungan suku bunga rendah.

Di sisi lain, data Rabu menunjukkan Amerika Serikat menambah 130.000 lapangan kerja pada Januari, melampaui perkiraan analis sebanyak 70.000.

Permintaan emas di China tetap kuat menjelang Tahun Baru Imlek, sementara di India pasar berbalik menjadi diskon.

Prospek Emas Sepekan

Survei Emas Mingguan terbaru dari Kitco News menunjukkan mayoritas pakar Wall Street masih berada di posisi netral terhadap prospek jangka pendek emas.

Sementara itu, investor ritel tetap mempertahankan mayoritas sikap bullish seperti pekan lalu, meski pasar diwarnai gejolak harga.

“Naik. Aksi jual tajam di akhir pekan memang intens, tetapi pembeli masuk dengan sangat kuat. Saya masih melihat pelemahan atau koreksi sebagai peluang. Saat ini saya tidak melihat alasan untuk mencoba melawan tren emas,” ujar senior market strategist di Forex.com, James Stanley.

Senior market analyst di Barchart.com, Darin Newsom, melihat emas dan perak masih dalam tren naik, namun mengingatkan bahwa pergerakannya tidak akan berjalan lurus dalam waktu dekat.

“Naik,” kata Adrian Day, president Adrian Day Asset Management. “Pemulihan yang lambat dan tidak stabil sedang berlangsung, sementara dinamika pasar emas tetap terjaga.”

Pekan ini, sebanyak 12 analis berpartisipasi dalam Survei Emas Kitco News, dengan Wall Street menjadi kurang yakin setelah kembali diguncang volatilitas harga.

Empat pakar atau 33 persen memperkirakan harga emas menembus lebih jauh di atas USD5.000 pada pekan ini, sementara tiga lainnya atau 25 persen memprediksi penurunan harga.

Lima analis tersisa, yang mewakili 42 persen, menilai risiko relatif seimbang atau memperkirakan konsolidasi lanjutan.

Di sisi lain, sebanyak 257 suara masuk dalam jajak pendapat daring Kitco. Investor ritel relatif konsisten dalam sentimen mereka.

Sebanyak 163 trader ritel atau 63 persen memperkirakan harga emas naik pekan ini, sementara 52 responden atau 20 persen memprediksi logam kuning melemah.

Kemudian, 42 investor lainnya atau 17 persen memperkirakan harga bergerak mendatar.

Pekan ini menjadi pekan perdagangan yang lebih singkat. Pasar AS tutup pada Senin dalam rangka Presidents Day, sementara bursa Kanada juga libur memperingati Family Day.

Libur Tahun Baru Imlek di China turut membuat pasar emas terbesar di dunia menjadi sepi, sehingga pergerakan kecil berpotensi memicu dampak harga yang lebih besar di tengah volume transaksi yang tipis.

Pada Selasa, pasar menantikan rilis Empire State Manufacturing Survey serta keputusan kebijakan moneter Reserve Bank of New Zealand pada malam hari.

Rabu pagi akan diwarnai data Durable Goods Orders, Housing Starts, dan Building Permits, disusul risalah rapat kebijakan moneter Januari dari Federal Reserve pada sore hari.

Kamis menghadirkan rilis klaim pengangguran mingguan, Pending Home Sales, serta Philadelphia Federal Reserve Manufacturing Survey.

Pekan ditutup pada Jumat dengan rilis data awal PDB AS kuartal IV termasuk Core PCE Index, S&P Flash Manufacturing PMI, revisi Consumer Sentiment dari University of Michigan, serta data New Home Sales Januari. (Aldo Fernando)

SHARE