Proyeksi Harga Minyak Dunia Pekan Ini, Rebound atau Tertekan Lagi?
Kontrak berjangka (futures) minyak Brent naik 0,57 persen ke USD74,69 per barel dan WTI meningkat 0,7 persen menjadi USD71,04 per barel pada Jumat (7/2/2025).
IDXChannel - Kontrak berjangka (futures) minyak Brent naik 0,57 persen ke USD74,69 per barel dan WTI meningkat 0,7 persen menjadi USD71,04 per barel pada Jumat (7/2/2025) pekan lalu, didorong oleh sanksi baru terhadap ekspor minyak Iran.
Namun, penguatan ini terbatas akibat meningkatnya ketegangan dagang antara Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan China, serta ancaman tarif tambahan terhadap negara lain.
Meski mencatat kenaikan harian, Brent dan WTI membukukan penurunan mingguan ketiga berturut-turut, melemah hingga 3 persen pada pekan lalu.
Dikutip dari Trading Economics, ketegangan dagang yang dipicu oleh kebijakan tarif Trump terhadap China dan negara lain menimbulkan kekhawatiran atas perlambatan ekonomi global, yang dapat menekan permintaan minyak.
“Sebagian besar dampak pekan ini berasal dari peningkatan stok minyak,” kata analis Global X, Kenny Zhu.
Ia menambahkan, kekhawatiran soal tarif membuat pelaku pasar mempercepat impor sebelum aturan tersebut diberlakukan, meskipun tenggat waktunya sempat ditunda.
PVM Oil Associates menilai harga minyak masih berada dalam tren penurunan di tengah ketidakpastian global.
"Pasar minyak mulai kehilangan daya tariknya, sementara modal finansial yang sempat keluar dari bursa saham kemungkinan kembali ke pasar ekuitas yang mulai pulih," kata PVM Oil Associates, dikutip dari MT Newswires.
Selain itu, peningkatan signifikan stok minyak mentah AS yang dilaporkan oleh Energy Information Administration (EIA) menunjukkan melemahnya permintaan domestik, semakin membebani pergerakan harga minyak sepanjang pekan lalu.
Secara teknikal, setelah mengalami koreksi dari level tertinggi USD81,7, Brent kini mendekati zona support kuat di USD74-USD72, yang bisa menjadi titik balik untuk rebound.
Jika harga bertahan di atas USD74, ada peluang naik ke USD76,50-USD78 dalam sepekan ke depan. Namun, jika tekanan jual berlanjut dan Brent turun di bawah USD72,50, harga bisa melemah lebih dalam menuju USD70 - USD67,50. (Aldo Fernando)