MARKET NEWS

Proyeksi Pasar: Harga Emas Dunia Berpeluang Menguat Pekan Ini

TIM RISET IDX CHANNEL 04/05/2026 07:05 WIB

Harga emas dunia diproyeksikan bergerak variatif dengan kecenderungan menguat pada pekan perdagangan sepekan ke depan.

Proyeksi Pasar: Harga Emas Dunia Berpeluang Menguat Pekan Ini. (Foto: Magnific)

IDXChannel – Harga emas dunia diproyeksikan bergerak variatif dengan kecenderungan menguat pada pekan perdagangan sepekan ke depan, seiring pandangan pelaku pasar yang mulai condong ke arah bullish setelah tekanan pekan lalu.

Pada awal perdagangan Asia, Senin (4/5/2026) pagi, harga emas menguat, mencerminkan ketahanan logam mulia di tengah tekanan yang seharusnya menahan kenaikan.

Emas spot tercatat naik 0,1 persen ke level USD4.617,35 per troy ons. Kenaikan ini terjadi meski pasar masih dibayangi kekhawatiran inflasi dalam jangka pendek.

Kepala Strategi Komoditas di Saxo Bank, Ole Hansen, menilai, dikutip Dow Jones Newswires, pergerakan emas saat ini menunjukkan perubahan fokus investor.

Ia mengatakan, kemampuan emas untuk tetap naik di tengah tekanan yang biasanya menjadi hambatan mencerminkan pasar mulai melihat melampaui isu inflasi.

Selain itu, penguatan yen Jepang pasca intervensi pemerintah turut menjadi faktor pendukung bagi emas. Kondisi ini berpotensi memperketat likuiditas global melalui unwinding carry trade.

Emas spot pada Jumat (1/5) pekan lalu ditutup melemah 0,18 persen ke level USD4.613,83 per troy ons, sekaligus mencatat penurunan mingguan sekitar 2,04 persen.

Penurunan ini menandai pelemahan dua pekan berturut-turut, meski sempat mendapat dorongan setelah keputusan Federal Reserve (The Fed) menahan suku bunga.

Proyeksi Sepekan

Survei mingguan Kitco News menunjukkan sentimen pasar mulai terbagi, dengan separuh analis Wall Street memperkirakan harga emas kembali naik dalam sepekan ke depan.

Sementara itu, sekitar sepertiga responden masih melihat potensi pelemahan, dan sisanya memperkirakan pergerakan konsolidatif.

“Harga emas berpotensi naik. Saya melihat ada peluang kenaikan setelah tekanan jual akibat FOMC pekan lalu. Saya memperkirakan kenaikan moderat pada emas dan perak seiring berlanjutnya ketegangan di Timur Tengah. Namun, reli yang berkelanjutan masih sulit terjadi sebelum konflik antara AS/Israel dan Iran mereda,” kata Presiden dan COO Asset Strategies International, Rich Checkan.

Senada, Senior Market Strategist Forex.com, James Stanley, menilai tren emas masih cenderung menguat. “April adalah bulan penuh ketidakpastian, tetapi sejauh ini pihak bullish mampu bertahan dengan cukup baik,” ujarnya.

Di sisi lain, Senior Commodities Broker RJO Futures, Daniel Pavilonis, melihat pergerakan emas dan perak tetap dipengaruhi oleh dinamika harga minyak dan pasar saham.

Dari sisi partisipasi, sebanyak 16 analis Wall Street mengikuti survei tersebut, dengan 50 persen memperkirakan kenaikan harga emas, 31 persen memprediksi penurunan, dan sisanya melihat konsolidasi.

Sementara itu, dari 79 investor ritel yang berpartisipasi, 46 persen optimistis harga akan naik, 30 persen memperkirakan turun, dan 24 persen melihat pergerakan mendatar.

Fokus pasar pekan ini akan tertuju pada serangkaian data ekonomi penting Amerika Serikat (AS), terutama laporan ketenagakerjaan April yang akan dirilis pada Jumat.

Data ini diperkirakan menjadi penentu arah kebijakan moneter ke depan sekaligus memengaruhi pergerakan emas.

Selain itu, pelaku pasar juga akan mencermati rilis data ISM Services PMI, JOLTS job openings, ADP Employment, klaim pengangguran mingguan, serta sentimen konsumen awal dari University of Michigan. (Aldo Fernando)

SHARE