IDXChannel – Memasuki awal Mei, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru datang dalam kondisi sudah tertekan lebih dulu.
Pola musiman “Sell in May and Go Away”, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang melambat di pertengahan tahun dibanding periode awal dan akhir tahun, tahun ini tampak bergeser sekaligus membuka ruang bagi peluang yang lebih selektif.
Menurut BRI Danareksa Sekuritas, Kamis (30/4/2026), secara historis periode 2017-2026 menunjukkan Mei memang bukan bulan yang kuat bagi IHSG.
Probabilitas kenaikan tercatat hanya 33 persen, sementara peluang penurunan mencapai 67 persen. Dengan kata lain, hanya 3 dari 9 tahun terakhir IHSG mampu membukukan kinerja positif di bulan ini.
Namun, dinamika tahun ini berbeda. IHSG telah lebih dulu terkoreksi sekitar 19,55 persen secara year-to-date (YtD) ke level 6.956,80 per akhir April 2026. Artinya, tekanan yang biasanya muncul di Mei sudah terjadi lebih awal.