Purbaya Sebut Mundurnya Dirut BEI Bentuk Tanggung Jawab atas Masalah Terkait MSCI
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan respons tegas terkait pengunduran diri Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Iman Rachman
IDXChannel – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan respons tegas terkait pengunduran diri Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Iman Rachman.
Purbaya menilai langkah tersebut sudah tepat sebagai konsekuensi atas kegagalan manajemen bursa dalam mengantisipasi isu transparansi yang diangkat oleh MSCI, sehingga memicu pelemahan IHSG dan terkena trading halt.
Purbaya menegaskan bahwa pengabaian terhadap masukan lembaga indeks global tersebut merupakan pemicu utama koreksi tajam di pasar modal domestik.
“Tanggapan saya, itu positif sebagai bentuk tanggung jawab terhadap masalah yang timbul di bursa kemarin,” ujar Purbaya saat ditemui di Wisma Danantara pada Jumat (30/1/2026).
“Dia tidak mem-follow-up masukan atau pertanyaan dari MSCI. Itu kesalahan fatal, sehingga kita mengalami koreksi yang dalam,” kata dia.
Menkeu memperingatkan bahwa kelalaian di sektor pasar modal tidak boleh mengganggu stabilitas ekonomi nasional yang sedang diperbaiki secara masif.
Sebagai bukti keseriusan pemerintah dalam melakukan "bersih-bersih", Purbaya mengungkapkan rencana perombakan besar di Direktorat Jenderal Pajak minggu depan, mengikuti langkah serupa yang telah dilakukan di Ditjen Bea dan Cukai.
“Kemarin Bea Cukai saya ganti sekitar 34–35 orang. Minggu depan mungkin sekitar 70 orang pajak akan saya putar. Yang ketahuan main-main akan dipindahkan ke tempat yang lebih sepi,” kata Purbaya.
Langkah ini diambil untuk memastikan fondasi fiskal tetap kuat dan mendukung target pertumbuhan ekonomi yang ambisius.
Di tengah dinamika bursa, Purbaya menjamin bahwa pemerintah tetap fokus pada penguatan ekonomi riil. Melalui perbaikan sistem perizinan OSS dan koordinasi intensif bersama Bank Indonesia, ia memastikan ketersediaan likuiditas untuk mendorong ekspansi ekonomi tahun ini.
“Kami sudah berkomunikasi dengan bank sentral. Likuiditas cukup agar ekonomi bisa tumbuh 6 persen tahun ini,” tutur Purbaya.
Pemerintah berharap dengan mundurnya pucuk pimpinan BEI dan dilakukannya reformasi regulasi transparansi, kepercayaan investor asing terhadap bursa Indonesia dapat segera pulih. Hal ini sejalan dengan komitmen pemerintah untuk menjaga agar guncangan di pasar saham tidak berdampak negatif pada persepsi stabilitas ekonomi nasional secara keseluruhan.
(kunthi fahmar sandy)