MARKET NEWS

Rekor Harga Emas Dunia Dongkrak Saham ANTM-MDKA Cs di Tengah Tekanan IHSG

TIM RISET IDX CHANNEL 23/01/2026 11:28 WIB

Saham emiten tambang emas menguat pada perdagangan Jumat (23/1/2026), bergerak berlawanan dengan pasar secara umum.

Rekor Harga Emas Dunia Dongkrak Saham ANTM-MDKA Cs di Tengah Tekanan IHSG. (Foto: Unsplash)

IDXChannel - Saham emiten tambang emas menguat pada perdagangan Jumat (23/1/2026), bergerak berlawanan dengan pasar secara umum, seiring harga logam mulia acuan yang kembali menembus rekor tertinggi baru.

Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 1,17 persen ke 8.886 seiring kejatuhan saham-saham konglomerat yang berkaitan dengan narasi indeks MSCI. Pelemahan rupiah hingga aksi jual asing turut menjadi sentimen tambahan untuk indeks.

Dengan ini, indeks acuan tersebut telah melemah tiga hari berturut-turut, menjauh dari level tertinggi sepanjang masa (ATH) di 9.174,47, yang disentuh pada perdagangan intraday 20 Januari 2026.

Sementara, saham PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) melesat 5,04 persen ke Rp6.225 per unit, disusul emiten pelat merah PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) yang menguat 3,32 persen ke Rp4.360 per unit.

Kemudian, saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) naik 1,54 persen ke Rp3.290 per unit, PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) 1,72 persen, PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) 1,60 persen.

Selain itu, saham PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) terkerek 1,03 persen dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) 0,41 persen.

Harga emas dunia melesat menembus level USD4.950 per troy ons pada Jumat pagi, mencetak rekor baru dan berada di jalur kenaikan mingguan terkuat sejak Maret 2020.

Penguatan ini ditopang oleh risiko geopolitik yang masih membayangi serta pelemahan dolar AS.

Mengutip Trading Economics, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan telah mengamankan akses permanen AS ke Greenland melalui kesepakatan dengan NATO.

Namun, rincian kesepakatan tersebut belum jelas, sementara Denmark kembali menegaskan kedaulatannya atas wilayah tersebut.

Trump juga membatalkan rencana penerapan tarif terhadap impor dari Eropa. Di sisi lain, Uni Eropa menyatakan akan menangguhkan langkah balasan yang sebelumnya disiapkan, meski tetap meminta kejelasan atas arah kebijakan Trump.

Dari sisi ekonomi, baik inflasi utama maupun inflasi inti PCE AS tercatat naik sesuai perkiraan. Data ini menunjukkan proses disinflasi masih berlanjut, meskipun aktivitas ekonomi tetap solid.

Pelaku pasar kini memperkirakan dua kali pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve pada paruh kedua tahun ini.

Investor juga menanti pilihan Trump untuk posisi ketua The Fed berikutnya, setelah ia menyelesaikan proses wawancara para kandidat.

Penunjukan sosok yang lebih dovish diperkirakan dapat semakin memperkuat ekspektasi pemangkasan suku bunga lanjutan. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.

SHARE