RMKE Perkuat Infrastruktur dan Logistik Batu Bara, Target Angkutan 12,7 Juta Ton di 2026
RMKE terus memperkuat ekspansi bisnis logistik dan perdagangan batu bara melalui pengembangan infrastruktur serta kerja sama strategis dengan mitra tambang.
IDXChannel — PT RMK Energy Tbk (RMKE) terus memperkuat ekspansi bisnis logistik dan perdagangan batu bara melalui pengembangan infrastruktur serta kerja sama strategis dengan mitra tambang. Langkah ini dilakukan seiring dengan kinerja operasional yang menunjukkan pertumbuhan signifikan pada awal 2026.
Mengutip laman resmi Perseroan, Rabu (11/03/2026), di sisi operasional, RMKE mencatat kinerja yang kuat pada awal 2026. Pada Januari 2026, volume jasa pengangkutan batu bara melalui hauling road meningkat 9,26 kali lipat menjadi 167,5 ribu ton, dibandingkan 16,3 ribu ton pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Secara keseluruhan, RMKE berhasil mengangkut sekitar 703 ribu ton batu bara ke kapal tongkang sepanjang Januari 2026. Pencapaian tersebut tergolong signifikan mengingat awal tahun biasanya merupakan periode low season bagi industri pertambangan.
Pertumbuhan kinerja operasional juga tercermin pada segmen perdagangan batu bara. Pada Januari 2026, volume penjualan batu bara perseroan tercatat mencapai 513,6 ribu ton, atau meningkat sekitar empat kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Dari sisi keuangan, manajemen menilai tren kinerja perseroan menunjukkan perbaikan yang konsisten. Berdasarkan laporan internal, pada kuartal IV 2025 RMKE mencatat pendapatan sekitar Rp1,1 triliun dan laba bersih sekitar Rp105 miliar, atau setara dengan akumulasi kinerja tiga kuartal sebelumnya.
Sekadar informasi, Perseroan baru melakukan aksi korporasi menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan PT Pendopo Energi Batubara (PEB) untuk pengembangan infrastruktur pertambangan dan optimalisasi logistik batu bara di Sumatera Selatan. Dalam skema kerja sama ini, PEB akan menggunakan fasilitas tersebut untuk kegiatan operasionalnya sekaligus mengalokasikan produksi batu baranya kepada RMKE.
Selain itu, batu bara dari tambang PEB juga akan diangkut menggunakan layanan kereta api yang dikelola bersama PT Kereta Api Indonesia (Persero), sehingga rantai pasok dari tambang hingga pelabuhan dapat berjalan lebih efisien.
Direktur Utama RMKE Vincent Saputra menyatakan penambahan klien tersebut diharapkan dapat mendukung target operasional perseroan pada tahun ini, yakni volume pengangkutan batu bara sebesar 12,7 juta ton serta target penjualan batu bara sebesar 3,6 juta ton.
Dengan penguatan infrastruktur, penambahan klien tambang, serta integrasi logistik dan perdagangan batu bara, RMKE menargetkan pertumbuhan volume operasional dan kinerja keuangan yang lebih kuat sepanjang tahun ini.
(Shifa Nurhaliza Putri)