MARKET NEWS

RS Jakarta Eye Center (JECX) Incar Dana IPO Rp683 Miliar untuk Modal Kerja dan Lunasi Utang

Rahmat Fiansyah 22/06/2026 14:08 WIB

PT Nitrasanata Dharma yang memiliki merek komersial JEC Eye Hospitals & Clinic berencana IPO di Bursa Efek Indonesia (BEI).

PT Nitrasanata Dharma yang memiliki merek komersial JEC Eye Hospitals & Clinic berencana IPO di Bursa Efek Indonesia (BEI). (Foto: Ist)

IDXChannel - PT Nitrasanata Dharma yang memiliki merek komersial JEC Eye Hospitals & Clinic mengumumkan rencana penawaran umum perdana saham alias Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Dari aksi korporasi ini, perseroan mengincar dana hingga Rp683 miliar.

JECX akan menerbitkan sekitar 487,98 juta saham baru, setara 15 persen dari total saham yang dicatatkan di BEI. Harga penawaran dipatok antara Rp1.200-Rp1.400 per saham.

Dengan asumsi perolehan dana IPO maksimal, separuh dana tersebut bakal digunakan untuk modal kerja, terkait dengan biaya operasional perusahaan. Adapun sisanya dipakai untuk melunasi utang, baik induk maupun anak usahanya.

Dengan demikian, IPO JECX mencerminkan alokasi untuk memperkuat struktur permodalan dengan mengurangi beban utang (deleveraging), serta mendukung kegiatan operasional perseroan. Dengan begitu, tidak ada rencana ekspansi dengan dana penawaran umum.

Dalam prospektus IPO yang diterbitkan Senin (22/6/2026), JECX akan memanfaatkan dana IPO sebesar Rp140 miliar untuk melunasi utang kepada PT Bank Central Asia Tbk (BCA) dan PT Bank HSBC Indonesia masing-masing Rp40 miliar dan Rp100 miliar.

Pinjaman dari BCA tersebut berupa fasilitas kredit investasi untuk membeli tanah dan renovasi klinik JEC Tangerang, JEC Kedoya, JEC PIK, JEC Bandung, Klinik JEC Tambora, dan Klinik JEC Kendari. Adapun pinjaman dari HSBC digunakan perseroan sebelumnya untuk rekapitalisasi dividen dan tujuan umum korporasi.

Kemudian sebesar Rp185 miliar digunakan untuk setoran modal dan pinjaman kepada anak usaha. Rinciannya, Rp50 miliar dalam bentuk setoran modal untuk PT Nitra Sanata Bali (NBS) yang tujuannya membayar sewa lahan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur dan gaji karyawan.

Lalu, Rp100 miliar diberikan dalam bentuk pinjaman kepada Orbita untuk membayar utang BCA dalam rangka pembangunan RS JEC-Orbita Makassar. Kemudian, Rp35 miliar berupa pinjaman kepada PT JEC Candi Sejahtera (JCS) yang dipakai membayar utang kepada BCA untuk membiayai refinancing dan konstruksi RS JEC Semarang.

Kemudian sisanya akan dipakai untuk modal kerja, termasuk untuk biaya operasional sehari-hari antara lain biaya gaji dan tunjangan karyawan yang akan digunakan secara bertahap sampai 31 Desember 2027.

Dengan demikian, porsi dana IPO sekitar 20 persen untuk melunasi utang induk, lalu 27 persen untuk biaya operasional dan melunasi utang anak usaha, serta 52 persen sisanya untuk modal kerja.

(Rahmat Fiansyah)

SHARE