IDXChannel - PT Esa Medika Mandiri Tbk siap melantai perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 8 Juli 2026. Perusahaan penyedia alat kesehatan (alkes) tersebut menargetkan dana penawaran umum hingga Rp269 miliar.
Dalam prospektus awal IPO yang diterbitkan Minggu (21/6/2026), Esa Medika berencana menerbitkan sekitar 522,86 juta saham baru atau setara 30 persen dari total saham yang akan dicatatkan di BEI.
Perusahaan penyedia alat kesehatan itu menetapkan harga penawaran antara Rp446-Rp515 per saham selama masa penawaran awal (book building). Dengan demikian, perseroan berpotensi meraih dana segar pada kisaran Rp233-Rp269 miliar.
Esa Medika akan menggunakan 68,7 persen dana IPO untuk keperluan modal kerja. Rinciannya, 6,6 persen untuk membeli alkes terkait project softloan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
Lalu 93,4 persen akan digunakan untuk memperkuat stok atau persediaan alkes. Dari sini, Esa Medika merinci total pembelian alkes yang mencapai Rp165 miliar di antaranya untuk membeli Electro Cauter terkait proyek Bank Dunia (Rp45,6 miliar) dan membeli instrumen bedah merek Medicon untuk pelanggan (Rp30 miliar).