sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Penjualan Esa Medika (EMMI) Melonjak Empat Kali Lipat di Semester I-2026

Market news editor Nia Deviyana
31/07/2026 14:01 WIB
Laba kotor juga turut meningkat menjadi Rp26,15 miliar dari Rp7,34 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Penjualan Esa Medika (EMMI) Melonjak Empat Kali Lipat di Semester I-2026. Foto: iNews Media Group.
Penjualan Esa Medika (EMMI) Melonjak Empat Kali Lipat di Semester I-2026. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Perusahaan penyedia alat kesehatan, PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI), membukukan peningkatan kinerja operasional pada semester I-2026. Berdasarkan laporan keuangan interim konsolidasi hingga 30 Juni 2026, EMMI mencatat penjualan bersih meningkat lebih dari empat kali lipat menjadi Rp65,35 miliar dibandingkan Rp15,40 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. 

Laba kotor juga turut meningkat menjadi Rp26,15 miliar dari Rp7,34 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, rugi bersih berhasil ditekan sekitar 32 persen secara tahunan, mencerminkan perbaikan fundamental operasional Perseroan.

Direktur Utama PT Esa Medika Mandiri Tbk, Florian Chris Widjaja mengatakan laporan keuangan semester I-2026 ini merupakan laporan perdana EMMI sebagai perusahaan terbuka setelah resmi mencatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 8 Juli 2026.

“Sebagai perusahaan yang baru tercatat di Bursa Efek Indonesia, Perseroan memandang momentum Penawaran Umum Perdana Saham (IPO) sebagai awal untuk memperkuat kapasitas bisnis, bukan sekadar aktivitas penghimpunan modal. Dana hasil penawaran umum dimanfaatkan secara bertahap sesuai rencana yang telah dipublikasikan guna mendukung ekspansi kapasitas produksi, meningkatkan daya saing, serta memperkuat fondasi pertumbuhan jangka panjang,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (31/7/2026). 

Florian menambahkan, kinerja semester pertama mencerminkan karakteristik industri di mana pola bisnis industri alat kesehatan, khususnya pada segmen institusi kesehatan milik pemerintah, memiliki karakteristik transaksi yang banyak dilakukan pada semester kedua seiring realisasi anggaran dan penyelesaian proses tender, sehingga kontribusi pendapatan dan profitabilitas pada awal tahun belum sepenuhnya mencerminkan aktivitas usaha Perseroan sepanjang tahun.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement