MARKET NEWS

Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp17.839 per USD

Anggie Ariesta 02/06/2026 15:55 WIB

Aktivitas manufaktur Indonesia yang masuk ke zona ekspansi belum mampu mengangkat rupiah.

Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp17.839 per USD. Foto: Freepik.

IDXChannel - Nilai tukar rupiah terpantau melemah pada penutupan perdagangan Selasa (2/6/2026). Mata uang Garuda tercatat turun 34 poin atau 0,19 persen ke level Rp17.839 per USD. 

Pengamat Pasar Uang dan Komoditas Ibrahim Assuaibi mengungkap faktor-faktor yang masih membayangi pelemahan rupiah

Aktivitas manufaktur Indonesia yang masuk ke zona ekspansi belum mampu mengangkat rupiah.

“Berdasarkan laporan S&P Global, Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur Indonesia naik ke level 50,0 pada Mei 2026, setelah terkontraksi ke 49,1 pada April 2026.  Kendati menunjukkan sinyal positif, sektor industri masih dibayangi tekanan biaya bahan baku yang melonjak dan gangguan pasokan yang menahan laju produksi,” tulis Ibrahim dalam risetnya. 

Laporan S&P Global mencatat posisi PMI pada Mei mengindikasikan kondisi operasional manufaktur yang stabil setelah sempat mengalami kontraksi pada bulan sebelumnya. Perbaikan terutama ditopang oleh peningkatan permintaan domestik yang mendorong kenaikan pesanan baru selama 2 bulan berturut-turut. Kenaikan pesanan baru pada Mei menjadi yang tercepat sejak Februari. 

Kemudian, BPS merilis surplus neraca perdagangan Indonesia masih berlanjut hingga April 2026 di tengah ketidakpastian geopolitik dan geoekonomi global belum mereda. Kinerja ekspor nonmigas, terutama dari sektor industri pengolahan, menjadi penopang utama surplus perdagangan nasional. 

Surplus perdagangan pada April 2026 sebesar USD89,1 juta. Dengan capaian tersebut, Indonesia berhasil mempertahankan tren surplus perdagangan selama 72 bulan berturut-turut sejak Mei 2020. Sementara itu, surplus neraca perdagangan kumulatif Januari-April 2026 mencapai USD5,64 miliar.


Dari ekternal, Presiden AS Donald Trump mengatakan pembicaraan dengan Iran masih berlangsung, sementara kantor berita Tasnim sebelumnya melaporkan bahwa Teheran telah menangguhkan negosiasi tidak langsung dengan Washington.

Dalam sebuah wawancara pada Senin, Trump mengatakan dia tidak keberatan jika pembicaraan berakhir. Tetapi tak lama kemudian, dia mengeluarkan unggahan di media sosial yang mengatakan bahwa pembicaraan dengan Iran terus berlanjut dan mengharapkan kesepakatan untuk memperpanjang gencatan senjata dan membuka kembali Selat Hormuz dalam minggu depan.
 
Lebanon pada Senin mengumumkan gencatan senjata parsial antara Hizbullah dan Israel, yang akan menjadi de-eskalasi terbatas dari konflik yang telah memperparah perang yang lebih luas dengan Iran. Iran secara efektif telah menghentikan hampir semua pengiriman non-Iran ke dan dari Teluk sejak perang dimulai, meangkas sekitar seperlima aliran minyak dan gas alam cair global dan mendorong harga naik 50 perssn atau lebih.
 
Selain itu, Donald Trump pada Senin menandatangani proklamasi yang mengubah tarif impor tembaga, aluminium, dan besi. Proklamasi tersebut menurunkan tarif untuk beberapa peralatan pertanian dari 25 persen menjadi 15 persen.
 
Proklamasi tersebut menetapkan tarif 15 persen untuk peralatan industri bergerak, seperti buldoser dan forklift, jika diimpor dari negara-negara yang memiliki perjanjian perdagangan dan berhak atas perlakuan tersebut.

Perubahan ini akan berlaku hingga 31 Desember 2027 untuk mendorong investasi jangka pendek yang akan membangun kembali basis industri negara.

(NIA DEVIYANA)

SHARE