MARKET NEWS

Sah! MMIX Jadi Produsen dan Distributor Utama Popok Bayi di Indomaret dkk

Taufan Sukma Abdi Putra 04/06/2026 03:00 WIB

Perseroan tengah memacu tahap penyelesaian konstruksi pabrik popok di atas lahan seluas 1 hektar yang berlokasi di Tangerang, Banten.

Sah! MMIX Jadi Produsen dan Distributor Utama Popok Bayi di Indomaret dkk (foto: iNews Media Group)

IDXChannel – PT Multi Medika Internasional Tbk (MMIX) resmi memperkuat posisinya di industri FMCG dengan bertransformasi menjadi produsen sekaligus distributor utama popok bayi (diapers) untuk jaringan ritel raksasa Indomaret dan Alfamart melalui merek andalannya, MIUBaby.

Langkah agresif emiten kesehatan dan personal care ini menandai peralihan dari yang semula dominan sebagai heavy distributor produk impor berlisensi menjadi produsen yang terintegrasi secara vertikal dari hulu ke hilir.

"Ekspansi strategis ke segmen personal care ini dirancang khusus sebagai komitmen perseroan dalam memperkuat portofolio investasi di sektor berkelanjutan dan mengamankan pangsa pasar popok nasional yang terus bertumbuh," ujar Corporate Secretary MMIX, Synthia Wijaya, dalam keterangan resminya, Kamis (3/6/2026).

Menurut Synthia, produk MIUBaby yang dilengkapi teknologi Triple Core SAP (Super Absorbent Polymer) ultra tipis anti-bocor tersebut kini sukses mendominasi rak modern trade di kedua jaringan minimarket terbesar di Indonesia melalui program promo berkala yang masif.

Transformasi produksi massal secara mandiri ini direalisasikan MMIX melalui pembentukan perusahaan patungan (Joint Venture/JV) bernama PT Multi Nice Paper Indonesia (MNPI) bersama raksasa manufaktur asal China, Fujian Nice Paper.

Saat ini, Perseroan tengah memacu tahap penyelesaian konstruksi pabrik popok di atas lahan seluas 1 hektar yang berlokasi di Tangerang, Banten, demi mewujudkan lokalisasi produksi secara penuh.

Fase awal operasional satu lini produksi pabrik tersebut ditargetkan memiliki kapasitas rencana awal sebanyak 72.000 popok per hari, dengan rencana jangka panjang pengembangan hingga 10 lini produksi yang memiliki potensi kapasitas maksimal mencapai 1,8 miliar popok per tahun. 

"Kehadiran pabrik lokal terintegrasi ini diyakini tidak hanya meningkatkan efisiensi biaya dan kontrol kualitas yang ketat, melainkan juga diproyeksikan mampu memangkas Harga Pokok Penjualan (HPP) secara signifikan guna mempertebal margin laba bersih perseroan," ujar Synthia.

Synthia menjelaskan, ekspansi masif di segmen Mom & Baby Care ini diproyeksikan menjadi mesin pertumbuhan utama korporasi, di mana lini bisnis popok bayi ini ditargetkan menyumbang 40 persen hingga 50 persen dari total pendapatan MMIX sepanjang 2026.

Manajemen membidik pertumbuhan segmen baby care sebesar 11 persen atau lebih, didukung oleh optimalisasi produktivitas pabrik baru serta tingginya permintaan pasar domestik akibat angka kelahiran yang stabil.

Di lantai bursa, transisi fundamental bisnis dari sekadar distributor menjadi produsen utama ini memicu pergerakan saham MMIX menjadi sangat atraktif dan volatil dengan tren kenaikan signifikan dalam satu tahun terakhir.

"Konsistensi MMIX dalam mengamankan jalur distribusi eksklusif di ritel modern dan memperkuat basis manufaktur lokal menjadi sentimen positif yang memperkuat prospek nilai tambah jangka panjang bagi para investor," ujar Synthia.

(taufan sukma)

SHARE