Saham Bank Besar hingga DSSA Jadi Pemberat Utama IHSG Sepekan
Tekanan pasar terjadi di tengah aksi jual investor asing yang membukukan net sell Rp12,34 triliun di pasar reguler selama sepekan.
IDXChannel – Pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 0,56 persen sepanjang pekan ini tidak lepas dari tekanan jual pada sejumlah saham berkapitalisasi besar yang menjadi pemberat utama pergerakan indeks.
Pada penutupan perdagangan Jumat (29/5/2026), IHSG berada di level 6.127,38. Tekanan pasar terjadi di tengah aksi jual investor asing yang membukukan net sell Rp12,34 triliun di pasar reguler selama sepekan, terutama seiring efektifnya rebalancing indeks MSCI pada Jumat.
Data perdagangan menunjukkan saham perbankan berkapitalisasi jumbo menjadi kontributor terbesar pelemahan IHSG. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) tercatat sebagai laggard utama setelah harga sahamnya turun 3,39 persen dalam sepekan ke Rp5.700 per unit dan memangkas IHSG hingga 18,74 poin.
Tekanan juga datang dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) yang melemah 3,28 persen dan mengurangi IHSG sebesar 15,68 poin.
Sementara, PT Astra International Tbk (ASII) yang melemah 7,41 persen sepanjang pekan. Pelemahan saham konglomerasi otomotif dan alat berat tersebut mengurangi IHSG hingga 15,96 poin, menjadikannya salah satu pemberat terbesar indeks setelah saham-saham perbankan.
Di luar sektor perbankan, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) menjadi salah satu saham yang paling tertekan. Harga saham emiten ritel tersebut merosot 19,3 persen dalam sepekan dan membebani IHSG sebesar 10,53 poin.
Tekanan juga terlihat pada saham-saham yang terdampak perubahan komposisi MSCI. Saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) milik Prajogo Pangestu yang turun 10,75 persen dan mengurangi IHSG sebesar 4,45 poin.
Selain itu, emiten Grup Bakrie-Salim PT Bumi Resources Tbk (BUMI) melemah 9,19 persen dengan kontribusi negatif 5,85 poin terhadap indeks. PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) turun 5,56 persen dan mengurangi IHSG sebesar 5,25 poin.
Dari kelompok Sinarmas, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) terkoreksi 9,72 persen dan memangkas IHSG 4,67 poin. Sementara PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) merosot 24,07 persen dengan dampak negatif 4,93 poin terhadap indeks.
Penurunan paling dalam di antara daftar laggard dicatat PT Pacific Strategic Financial Tbk (APIC) 27,14 persen dalam sepekan dan mengurangi IHSG sebesar 6,04 poin.
Besarnya tekanan pada saham-saham berkapitalisasi besar tersebut menunjukkan bahwa pelemahan IHSG pekan ini cenderung dipengaruhi faktor teknikal dan aliran dana asing terkait rebalancing MSCI.
Bank-bank besar yang diduga mengalami penurunan bobot (downweight) dalam indeks global menjadi salah satu sasaran utama aksi jual investor asing menjelang tanggal efektif rebalancing. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.