MARKET NEWS

Saham COIN Jatuh 3 Hari di Tengah Munculnya ICEX yang Terafiliasi Haji Isam

TIM RISET IDX CHANNEL 08/01/2026 12:48 WIB

Saham PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) kembali tergelincir pada Kamis (8/1/2026).

Saham COIN Jatuh 3 Hari di Tengah Munculnya ICEX yang Terafiliasi Haji Isam. (Foto: Indokripto)

IDXChannel – Saham PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) kembali tergelincir pada Kamis (8/1/2026), melanjutkan penurunan beberapa hari terakhir di tengah kabar kemunculan bursa kripto pesaing yang terafiliasi dengan pengusaha Kalimantan Haji Isam.

Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham COIN jatuh 5,38 persen ke level Rp3.340 per unit hingga penutupan sesi I, Kamis (8/1). Sehari sebelumnya, COIN menukik hingga minus 11,31 persen.

Pengamat pasar modal Michael Yeoh menilai kehadiran bursa kripto International Crypto Exchange (ICEX) akan membawa dinamika baru di industri aset digital nasional, terutama bagi pemain yang sudah lebih dulu eksis.

“Hadirnya bursa ICEX milik Haji Isam akan menjadi tantangan bagi COIN itu sendiri yang dimiliki oleh Hashim,” ujar Michael, Kamis (8/1/2026).

Meski demikian, Michael menegaskan persaingan tersebut tidak serta-merta berdampak instan terhadap peta bisnis.

“Namun secara bisnis, ini akan membagi market shares, meskipun perjalanannya juga masih panjang dan tidak semudah itu,” katanya.

Dalam konteks pasar saham, Michael melihat sentimen tersebut berpotensi tercermin pada pergerakan harga saham COIN dalam jangka pendek. “Jadi saya melihat peluang saham COIN koreksi menuju maksimal di area 3.000,” imbuh dia.

Pada medio Desember 2025, PT Arsari Nusa Investama, bagian dari Arsari Group, resmi masuk sebagai pemegang saham COIN.

Arsari Group, perusahaan investasi multisektor yang dipimpin Hashim Djojohadikusumo, tidak mengungkapkan nilai maupun total saham COIN yang diakuisisi.

COIN merupakan perusahaan holding investasi aset kripto yang menyediakan layanan tata kelola, hubungan investor, serta advisory bagi dua anak usahanya, yakni PT Central Finansial X (CFX) sebagai Bursa Aset Kripto dan PT Kustodian Koin Indonesia (ICC) sebagai lembaga kustodian.

Sebelumnya, Xue Kai Pang, eks Chief Executive Officer (CEO) PT Tokocrypto, resmi diangkat sebagai President Director PT Fortuna Integritas Mandiri (International Crypto Exchange/ICEX).

Sumber IDXChannel.com mengonfirmasi, pada Kamis (8/1/2026), bahwa ICEX terafiliasi dengan Haji Isam, meski belum memberikan penjelasan lebih rinci mengenai bentuk afiliasi tersebut maupun pihak-pihak yang menjadi mitra pengusaha tambang dan perkebunan sawit asal Kalimantan itu.

Dalam unggahan pribadi Xue Kai Pang di LinkedIn, pengangkatan tersebut ditetapkan melalui Keputusan OJK No. KEP-28/D.07/2025 tertanggal 19 Desember 2025, menandai babak baru penguatan infrastruktur pasar kripto institusional di Indonesia.

Di bawah kepemimpinan Xue Kai Pang, ICEX diposisikan sebagai bursa kripto terbuka, transparan, inklusif, dan inovatif yang berfokus pada layanan B2B dan institusional.

ICEX menjalankan fungsi bursa, kliring, dan kustodian sebagai self-regulatory organization (SRO), setara dengan peran bursa global seperti IDX, Nasdaq, dan NYSE di pasar modal.

ICEX menempatkan tokenisasi real world assets (RWA), kustodian kripto, serta inisiatif stablecoin nasional sebagai proyek prioritas.

Fokus ini ditujukan untuk menjembatani investor global dengan ekonomi digital Indonesia, sekaligus mendorong efisiensi penyelesaian transaksi dan keamanan penyimpanan aset bagi pelaku institusi.

Sebagai President Director, Xue Kai Pang bertanggung jawab mengarahkan strategi operasional dan inovasi fintech berbasis blockchain, memastikan kepatuhan terhadap regulasi OJK, termasuk AML, KYC, dan keamanan data, serta memimpin pengembangan kemitraan global dan manajemen risiko di pasar berisiko tinggi.

Didirikan pada 2025 dan berkantor pusat di Equity Tower, Jakarta, ICEX dinilai cepat terintegrasi dengan ekosistem keuangan nasional. Pengalaman Xue Kai Pang membangun Tokocrypto hingga diakuisisi Binance menjadi modal penting dalam memperkuat kredibilitas dan talenta institusional ICEX.

Ke depan, ICEX juga menyiapkan ekspansi kemitraan B2B, termasuk kolaborasi berbasis AI, untuk mempercepat adopsi kripto institusional di Asia Tenggara. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.

SHARE