Saham CUAN-TPIA Cs Tersengat Aksi Akumulasi Prajogo Pangestu
Saham emiten Grup Barito melesat pada Senin (19/1/2026) tersengat aksi akumulasi yang dilakukan oleh sang taipan di PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) dan BREN.
IDXChannel – Saham emiten Grup Barito melesat pada Senin (19/1/2026) tersengat aksi akumulasi yang dilakukan oleh sang taipan di PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) dan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN).
Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 11.36 WIB, saham CUAN melambung 9,73 persen ke Rp2.020 per unit, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) melejit 5,30 persen ke Rp2.980 per unit, PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) meningkat 5,57 persen ke Rp1.610 per unit.
Demikian pula, saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) naik 4,12 persen ke posisi Rp6.950 per unit.
Berbeda, saham BREN melemah 0,77 persen, sedangkan PT Petrosea Tbk (PTRO) turun 0,39 persen.
Prajogo Pangestu, yang tercatat sebagai pengendali CUAN sekaligus BREN, tercatat menambah kepemilikan saham di kedua emiten tersebut pada 15 Januari 2026.
Pada CUAN, Prajogo Pangestu membeli sekitar 3,5 juta saham dengan harga rata-rata Rp1.871 per unit, atau setara nilai transaksi sekitar Rp6,5 miliar. Aksi tersebut meningkatkan porsi kepemilikan langsungnya di CUAN dari 84,076 persen menjadi 84,079 persen.
Sementara di BREN, Prajogo Pangestu mengakuisisi 1 juta saham dengan harga rata-rata Rp9.608 per unit, dengan total nilai transaksi sekitar Rp9,6 miliar. Setelah transaksi ini, kepemilikan langsungnya di BREN naik tipis dari 0,104 persen menjadi 0,105 persen.
Prajogo sebelumnya juga tercatat melakukan pembelian saham BREN sebanyak 1,33 juta saham pada 13 Januari 2026.
Transaksi tersebut dilakukan dengan harga rata-rata sekitar Rp8.930 per saham, sehingga total nilai pembelian mencapai kurang lebih Rp11,9 miliar.
Aksi borong saham oleh pengendali ini dinilai mencerminkan keyakinan terhadap prospek jangka panjang kedua perusahaan tersebut.
Sebelumnya, sebuah media ekonomi dan bisnis melaporkan, BREN melalui anak usahanya, Star Energy Geothermal Indonesia, telah mengonfirmasi potensi pembangkitan listrik sekitar 55-60 megawatt dari kegiatan eksplorasi panas bumi di Gunung Hamiding, Kabupaten Halmahera Utara.
Direktur Utama BREN, Hendra Soetjipto Tan, menyatakan bahwa rampungnya tahap eksplorasi tersebut menjadi landasan penting bagi pengembangan proyek panas bumi perseroan di wilayah Halmahera. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.