MARKET NEWS

Saham DADA Tiba-Tiba Bangkit, Sempat Sentuh ARA

Rahmat Fiansyah 07/01/2026 17:34 WIB

Saham PT Diamond Citra Propertindo Tbk (DADA) tiba-tiba bangkit dari level Rp50 pada perdagangan Rabu (7/1/2026)

Saham PT Diamond Citra Propertindo Tbk (DADA) tiba-tiba bangkit dari level Rp50 pada perdagangan Rabu (7/1/2026). (Foto: Freepik)

IDXChannel - Saham PT Diamond Citra Propertindo Tbk (DADA) tiba-tiba bangkit dari level Rp50 pada perdagangan Rabu (7/1/2026). Saham emiten properti itu bahkan sempat menyentuh batas auto reject atas (ARA) meski kembali terkonsolidasi.

Pada penutupan perdagangan, saham DADA berakhir menguat 20 persen ke level Rp60. Saham DADA sempat mencapai level tertinggi hingga menyentuh batas ARA di harga Rp81.

Transaksi perdagangan saham DADA tercatat cukup signifikan hingga Rp553 miliar dengan 93,8 juta lot saham diperjualbelikan. Transaksi pada saham itu sempat sepi setelah kembali ke level Rp50 pada Oktober 2025.

Saham DADA tersebut sempat menjadi perbincangan hangat di kalangan investor, terutama ritel. Hal ini tidak terlepas dari manuver pergerakan saham DADA yang sangat volatil. Saham DADA yang biasanya stagnan di level Rp50 tiba-tiba melejit hingga mencapai level tertinggi di Rp240 sebelum akhirnya kembali lagi ke Rp50.

Sentimen negatif menyasar PT Karya Permata Inovasi Indonesia (KPII), pemegang saham pengendali DADA. KPII terus menjual saham DADA hingga kepemilikannya terus menyusut. 

Per 30 November 2025, kepemilikan saham KPII di DADA tersisa 29,6 persen. Sementara saham milik masyarakat membengkak menjadi hampir 70 persen. Jumlah investor DADA juga ikut meningkat menjadi 73.893 orang per akhir November. Padahal pada September, jumlahnya masih di bawah 10.000 berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

Direktur DADA, Bayu Setiawan sebelumnya mengatakan, KPII tetap berkomitmen menjadi pengendali DADA meski porsinya turun signifikan. KPII dinilainya masih memiliki kendali efektif terhadap arah kebijakan strategis perseroan, melalui keterlibatan langsung dalam struktur direksi dan komisaris serta pengambilan keputusan penting.

"Penurunan kepemilikan saham KPII tidak menyebabkan perubahan dalam struktur manajemen maupun arah kebijakan strategis perseroan," katanya beberapa waktu lalu.

Bayu menjelaskan, aksi jual saham KPII dilakukan untuk memperkuat permodalan sejalan dengan upaya DADA mengembangkan proyek-proyek properti, termasuk ekspansi bisnis lewat Kerja Sama Operasi (KSO) dengan mitra.

>

(Rahmat Fiansyah)

SHARE