MARKET NEWS

Saham Darma Henwa (DEWA) Jadi Konstituen IDX30, Sejajar dengan AADI hingga UNTR

Rahmat Fiansyah 28/07/2026 06:00 WIB

Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan evaluasi berkala atas indeks IDX30 yang berisikan jajaran 30 saham-saham terbaik di pasar modal domestik.

BEI melakukan evaluasi berkala atas indeks IDX30 yang berisikan jajaran 30 saham-saham terbaik di pasar modal domestik. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan evaluasi berkala atas indeks IDX30 yang berisikan jajaran 30 saham-saham terbaik di pasar modal domestik. Dalam evaluasi tersebut, BEI memasukkan saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA).

Saham jasa pertambangan batu bara itu menggantikan saham PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) yang terdepak dari IDX30. Di indeks tersebut, DEWA sejajar dengan saham-saham blue chip lain.

Kepala Divisi Pengaturan dan Operasional Perdagangan BEI, Pande Kusuma Ari A menyebut, Bursa melakukan evaluasi berkala pada Juli 2026 terhadap sejumlah indeks seperti IDX30, LQ45, dan IDX80. Hasil evaluasi berlaku efektif pada 3 Agustus hingga 30 Oktober 2026.

Di IDX30, DEWA yang dimiliki oleh keluarga Bakrie akan memiliki bobot sebesar 0,78 persen terhadap indeks, mirip dengan PT Astra International Tbk (ASII) dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO).

Di IDX30, DEWA juga sejajar dengan saham-saham tambang lain. Di samping INCO, ada juga PT United Tractors Tbk (UNTR), PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM), hingga PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA).

Sementara itu, saham konstituen IDX30 yang memiliki bobot paling besar masih ditempati oleh tiga saham big banks, yakni PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI). Saham BBCA dan BBRI memiliki bobot yang sama yakni 15 persen, sedangkan BMRI memiliki bobot 12,87 persen.

Sebagai informasi, IDX30 merupakan salah satu indeks acuan di BEI yang berisi 30 saham dengan tingkat likuiditas tinggi dan kapitalisasi pasar besar. Pemilihan konstituen dilakukan berdasarkan sejumlah kriteria, seperti nilai transaksi, frekuensi perdagangan, kapitalisasi pasar free float, serta kondisi fundamental dan kepatuhan emiten terhadap peraturan bursa.

BEI melakukan evaluasi komposisi IDX30 secara berkala setiap enam bulan, yakni pada Januari dan Juli. Perubahan konstituen indeks ini menjadi perhatian pelaku pasar karena dapat memengaruhi aliran dana dari produk investasi pasif, seperti reksa dana indeks dan exchange traded fund (ETF), serta menjadi salah satu acuan bagi investor dalam memilih saham berlikuiditas tinggi.

(Rahmat Fiansyah)

SHARE