sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

BEI Tegaskan Saham HSC Tak Bisa Masuk Indeks LQ45 hingga IDX30

Market news editor Rohman Wibowo
14/07/2026 19:27 WIB
Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas dan kredibilitas indeks-indeks acuan utama pasar modal Indonesia.
BEI Tegaskan Saham HSC Tak Bisa Masuk Indeks LQ45 hingga IDX30. Foto: iNews Media Group.
BEI Tegaskan Saham HSC Tak Bisa Masuk Indeks LQ45 hingga IDX30. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Bursa Efek Indonesia (BEI) secara tegas menetapkan bahwa seluruh emiten yang masuk ke dalam kategori pemantauan saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi atau High Shareholding Concentration (HSC) tidak akan dimasukkan ke dalam daftar indeks utama bursa.

Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas dan kredibilitas indeks-indeks acuan utama pasar modal Indonesia, seperti LQ45 hingga IDX30.

Seturut itu, kebijakan ini menjadi instrumen penting bagi otoritas bursa untuk menyaring saham-saham yang dinilai kurang memiliki likuiditas dan penyebaran kepemilikan yang sehat bagi publik. Pengetatan aturan ini ditempuh demi memberikan perlindungan maksimal bagi para investor ritel maupun institusi.

"Terhadap saham-saham yang memenuhi kriteria high shareholding concentration, tentu sama seperti sebelumnya bahwa pertama ini tentu tidak otomatis menunjukkan adanya pelanggaran atas ketentuan dan peraturan di bursa atau di pasar modal. Namun, kami juga sudah menetapkan bahwa seluruh saham dalam kategori high shareholding concentration tidak akan kami masukkan dalam indeks utama di bursa seperti LQ45, IDX30, dan indeks utama lainnya," ujar Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik dalam konferensi pers di gedung BEI, Jakarta, Selasa (14/7/2026).

Pemberlakuan aturan diskualifikasi dari indeks-indeks utama bagi emiten berkategori HSC ini bukan merupakan langkah yang berdiri sendiri. BEI menyatakan langkah ini senada dengan arah reformasi berkelanjutan yang tengah diupayakan Self-Regulatory Organization (SRO).

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement