IDXChannel - Harga emas dunia diproyeksikan masih memiliki peluang melanjutkan kenaikan dalam jangka menengah meski saat ini pergerakannya cenderung bergerak mendatar.
Prospek tersebut juga menjadi sentimen positif bagi sejumlah saham sektor pertambangan emas yang direkomendasikan untuk dicermati investor.
Menurut Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia M. Nafan Aji Gusta Utama, kontrak berjangka emas saat ini berada dalam fase netral hingga moderat bullish, dengan pergerakan pada kisaran USD3.961,85-USD4.224,90 yang menjadi area support dan resistance.
Dia menjelaskan, indikator Relative Strength Index (RSI) masih berada di bawah level 50, tetapi sinyal bullish divergence tetap bertahan.
Sementara itu, indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) telah membentuk pola golden cross di area negatif yang mengindikasikan potensi penguatan harga.