Saham Emas PSAB-ARCI Cs Kembali Unjuk Gigi
Saham emiten produsen emas kembali menguat signifikan pada perdagangan Senin (10/8/2026), melanjutkan momentum positif.
IDXChannel – Saham emiten produsen emas kembali menguat signifikan pada perdagangan Senin (10/8/2026), melanjutkan momentum positif seiring masih kuatnya harga emas dunia.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 09.28 WIB, saham PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) memimpin penguatan dengan melonjak 7,79 persen ke level Rp498 per unit.
Penguatan berikutnya terjadi pada saham PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) yang naik 4,65 persen menjadi Rp2.250 per unit dan PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) yang menguat 4,45 persen.
Sementara itu, saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) terkerek 4,08 persen dan PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) tumbuh 3,01 persen.
Penguatan juga terjadi pada saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) sebesar 3,25 persen, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) 2,73 persen, serta PT ANTAM (Persero) Tbk (ANTM) yang naik 1,90 persen.
Di pasar global, harga emas cenderung bertahan di level tinggi pada perdagangan Asia Senin (10/8/2026). Harga emas spot tercatat relatif datar di level USD4.339,60 per troy ons.
Analis Sucden Financial dalam catatannya, dikutip The Wall Street Journal, menyebut laporan ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) untuk Juli mendorong investor memperkirakan kondisi pasar tenaga kerja yang lebih lemah.
Kondisi tersebut menekan dolar AS sekaligus memberikan dukungan bagi aset logam mulia.
Harga emas sebelumnya sempat menembus USD4.355 per troy ons dan masih bertahan di atas area USD4.300 per troy ons.
Menurut Sucden, kondisi tersebut menunjukkan minat beli terhadap emas masih cukup kuat.
Meski demikian, kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun menuju 4,7 persen berpotensi meningkatkan risiko aksi ambil untung apabila tren kenaikan imbal hasil berlanjut.
Sebelumnya, harga emas menguat 7,34 persen sepanjang pekan lalu. Penguatan tersebut menjadi kenaikan mingguan terbesar sejak pekan yang berakhir pada 19 Januari 2026. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.