IDXChannel - Bursa saham Asia menguat pada perdagangan Senin (10/8/2026), mengikuti penguatan saham teknologi dan semikonduktor di Wall Street setelah data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) yang lebih lemah dari perkiraan meredakan ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed).
Di Jepang, indeks Nikkei 225 menguat 2 persen ke level 66.927,61 pada Senin pagi. Sementara itu, indeks Topix naik 0,44 persen menjadi 4.092,93.
Kenaikan Nikkei terutama ditopang saham-saham terkait chip yang kembali menguat seiring meningkatnya ekspektasi bahwa The Fed tidak akan menaikkan suku bunga pada pertemuan September.
"Penguatan saham terkait chip menopang Nikkei. Meredanya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed menjadi pendorongnya," ujar Daisuke Hashizume, senior strategist Daiwa Securities, dikutip Reuters.
Sentimen tersebut mengikuti kinerja positif bursa AS pada Jumat (7/8). Indeks S&P 500 mencetak rekor penutupan baru, sementara Nasdaq juga menguat setelah data menunjukkan ekonomi AS kehilangan lapangan kerja secara tak terduga pada Juli.