MARKET NEWS

Saham ENRG-MEDC Cs Menguat saat Harga Minyak Kembali Melonjak

TIM RISET IDX CHANNEL 09/07/2026 09:44 WIB

Saham minyak dan gas (migas) melesat pada perdagangan Kamis (9/7/2026) pagi, mengikuti reli harga minyak dunia yang dipicu eskalasi konflik di Timur Tengah.

Saham ENRG-MEDC Cs Menguat saat Harga Minyak Kembali Melonjak. (Foto: Magnific)

IDXChannel – Saham emiten minyak dan gas (migas) melesat pada perdagangan Kamis (9/7/2026) pagi, mengikuti reli harga minyak dunia yang dipicu eskalasi konflik di Timur Tengah setelah Amerika Serikat (AS) kembali melancarkan serangan terhadap Iran.

Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 09.36 WIB, saham PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX) melesat 14,07 persen ke Rp154 per unit, diikuti PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) yang melambung 10,21 persen ke Rp1.295 per unit.

Kemudian, saham PT Ginting Jaya Energi Tbk (WOWS) terkerek 7,02 persen, PT Radiant Utama Interinsco Tbk (RUIS) terapresiasi 7,22 persen, PT Sigma Energy Compressindo Tbk (SICO) naik 4,67 persen.

Selanjutnya, saham PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) tumbuh 2,81 persen dan PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) 1,93 persen.

Demikian pula, saham PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) menghikau 1,28 persen, dan PT Elnusa Tbk (ELSA) 0,81 persen.

Harga minyak naik pada Kamis (9/7) setelah AS melancarkan serangan baru terhadap Iran, memudarkan harapan berakhirnya perang Iran serta pembukaan penuh Selat Hormuz.

Hormuz adalah jalur pelayaran strategis yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak global sebelum perang.

Kontrak berjangka minyak mentah Brent naik 1 persen menjadi USD78,8 per barel pada pukul 07.54 WIB.

Sementara itu, kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat menguat 1,01 persen menjadi USD74,26 per barel.

Kedua acuan minyak tersebut sebelumnya melonjak lebih dari USD1 per barel dalam perdagangan setelah penutupan pasar pada Rabu, setelah militer AS mulai melancarkan serangan baru ke Iran.

Sebelumnya, Brent dan WTI ditutup pada level tertinggi dalam lebih dari dua pekan setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan melancarkan serangan baru terhadap Iran mulai Rabu malam.

Melansir dari Reuters, militer AS menyatakan serangan terbaru itu ditujukan untuk menjaga agar Selat Hormuz, jalur pelayaran vital bagi perdagangan energi dunia, tetap terbuka bagi lalu lintas kapal.

Serangan tersebut dilakukan beberapa jam setelah Trump menyatakan bahwa kesepakatan sementara untuk mengakhiri perang telah berakhir.

Analis IG Tony Sycamore mengatakan lonjakan arus pengiriman minyak melalui Selat Hormuz dalam beberapa pekan terakhir kini telah berakhir, karena para pemilik kapal diperkirakan mengambil sikap yang lebih berhati-hati.

AS menyebut gelombang serangan terbaru itu merupakan respons atas serangan pada Selasa terhadap tiga kapal tanker yang sedang melintasi Selat Hormuz.

Serangan AS tersebut mengguncang sejumlah kota di pesisir selatan Iran dan menyebabkan beberapa wilayah mengalami pemadaman listrik.

Iran pada Rabu menyatakan telah menyerang pangkalan militer AS di Bahrain dan Kuwait sebagai balasan atas serangan AS sebelumnya terhadap infrastruktur Iran.

Sementara itu, sejumlah perusahaan penjamin risiko perang menyarankan perusahaan pelayaran untuk menghentikan sementara pelayaran melalui Selat Hormuz.

Sebagian lainnya juga tengah meninjau kembali ketentuan polis asuransi mereka setelah Iran kembali melancarkan serangan terhadap kapal-kapal di kawasan tersebut, menurut sumber di industri asuransi. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.

SHARE