MARKET NEWS

Saham Grup Bakrie Bergairah, VKTR Melonjak 20 Persen

TIM RISET IDX CHANNEL 14/07/2026 10:06 WIB

Saham-saham Grup Bakrie kompak menguat pada perdagangan Selasa (14/7/2026), dipimpin PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR).

Saham Grup Bakrie Bergairah, VKTR Melonjak 20 Persen. (Foto: Magnific)

IDXChannel – Saham-saham Grup Bakrie kompak menguat pada perdagangan Selasa (14/7/2026), dipimpin PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) yang kembali melesat lebih dari 20 persen setelah sehari sebelumnya menyentuh auto rejection atas (ARA).

Hingga perdagangan pukul 09.58 WIB, saham VKTR melonjak 21,54 persen ke level Rp790 per saham. Penguatan tersebut melanjutkan reli setelah sehari sebelumnya saham emiten kendaraan listrik itu ditutup ARA.

Tak hanya VKTR, saham PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) juga menguat 11,55 persen ke Rp1.400, disusul PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) yang naik 8,49 persen ke Rp575.

Sementara itu, PT Darma Henwa Tbk (DEWA) menguat 5,20 persen, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) naik 4,76 persen, dan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk (ALLI) bertambah 1,97 persen.

Dari sisi fundamental, penguatan VKTR didukung prospek bisnis yang dinilai semakin menjanjikan.

Samuel Sekuritas dalam risetnya pada 26 Juni 2026 menyebut perseroan menjadi salah satu kandidat terkuat untuk memenangkan tender pengadaan sekitar 350 unit bus listrik TransJakarta pada 2026.

Tender tersebut diperkirakan mencakup 200 unit bus listrik berukuran 12 meter dan 150 unit bus berukuran 8 meter, atau meningkat sekitar 20 persen dibandingkan pengadaan tahun sebelumnya.

Samuel Sekuritas memperkirakan VKTR berpeluang memperoleh kontrak sekitar 90-100 unit bus listrik atau setara pangsa pasar 25-30 persen.

Optimisme tersebut didukung kemitraan strategis perseroan dengan produsen kendaraan listrik asal China, BYD, serta tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) yang telah mencapai 40 persen.

Pada tender TransJakarta 2025, VKTR memperoleh kontrak pengadaan 80 unit bus listrik. Sebanyak 50 unit telah diakui sebagai penjualan, sedangkan 30 unit sisanya dikirim pada kuartal I-2026.

Samuel Sekuritas memperkirakan bisnis bus listrik akan menyumbang pendapatan sekitar Rp268 miliar pada 2026 dengan asumsi penjualan sekitar 70 unit.

Hingga saat ini, sekitar 165 unit bus listrik VKTR telah beroperasi dengan rata-rata jarak tempuh sekitar 210 kilometer per hari.

Perseroan juga tengah menyiapkan peluncuran bus listrik berukuran 8 meter pada tahun ini. Produk baru tersebut diharapkan memperluas peluang VKTR dalam mengikuti tender maupun memenuhi kebutuhan operator transportasi.

Di luar bisnis bus listrik, Samuel juga melihat prospek truk listrik (e-truck) semakin menarik seiring meningkatnya kebutuhan sektor pertambangan dan perkebunan yang mulai menjalankan agenda dekarbonisasi.

Di sisi lain, VKTR bersiap menggelar rights issue dengan menerbitkan hingga 25 miliar saham baru melalui skema tujuh saham lama memperoleh empat HMETD.

Apabila seluruh saham baru diterbitkan, pemegang saham yang tidak mengeksekusi haknya berpotensi mengalami dilusi hingga 36,36 persen.

Berdasarkan prospektus, cum rights di pasar reguler dan negosiasi dijadwalkan pada 28 Juli 2026, sedangkan perdagangan dan pelaksanaan HMETD berlangsung pada 3-7 Agustus 2026.

Sekitar 80 persen dana hasil rights issue akan disalurkan kepada PT Sarana Ekomobilitas Indonesia untuk mendukung pengembangan bisnis kendaraan listrik melalui pembelian kendaraan dari VKTR pada 2026-2027. Adapun 20 persen sisanya akan digunakan sebagai modal kerja.

Sementara itu, emiten energi Grup Bakrie, ENRG, juga bersiap menghimpun dana segar melalui rights issue.

Perseroan akan menerbitkan hingga 13,28 miliar saham baru Seri B dengan harga pelaksanaan Rp310 per saham sehingga berpotensi meraih dana sekitar Rp4,12 triliun.

Setiap pemegang dua saham ENRG akan memperoleh satu HMETD yang dapat ditebus menjadi satu saham baru. Pemegang saham yang tidak menggunakan haknya berpotensi mengalami dilusi kepemilikan hingga 33,33 persen. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.

SHARE