MARKET NEWS

Saham Konglo hingga BBCA Dongkrak IHSG Sepekan, BREN-BRPT Pimpin Reli

TIM RISET IDX CHANNEL 11/04/2026 11:05 WIB

Saham-saham konglomerasi berkapitalisasi besar hingga perbankan besar seperti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi penopang utama IHSG pekan ini.

Saham Konglo hingga BBCA Dongkrak IHSG Sepekan, BREN-BRPT Pimpin Reli. (Foto: Freepik)

IDXChannel – Saham-saham konglomerasi berkapitalisasi besar hingga perbankan besar seperti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi penopang utama penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang sepekan terakhir.

Lonjakan harga sejumlah saham konglomerat mendorong kontribusi signifikan terhadap pergerakan indeks, seiring meredanya sentimen negatif pasar.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham Grup Barito besutan Prajogo Pangestu menjadi motor utama.

Saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) melonjak 20,83 persen sepekan ke Rp5.800 per unit dengan kontribusi 36,89 poin ke IHSG, diikuti PT Barito Pacific Tbk (BRPT) yang melesat 49,61 persen ke Rp1.915 per unit dan menyumbang 35,73 poin. S

ementara PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) naik 28,71 persen dengan kontribusi 12 poin.

Dari kelompok Sinarmas, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) menguat 10,48 persen dan menyumbang 26,02 poin terhadap IHSG, sedangkan PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) yang terafiliasi dengan MNC Group juga melonjak 58,08 persen dengan kontribusi 18,39 poin.

Dari Grup Salim, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) naik 15,43 persen dan menyumbang 22,03 poin ke indeks.

Kontribusi juga datang dari kelompok Bakrie melalui PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) yang menguat 14,97 persen dengan tambahan 16,51 poin ke IHSG.

Selain itu, beberapa big cap lain turut memperkuat indeks seperti PT Bayan Resources Tbk (BYAN) milik taipan Low Tuck Kwong yang naik 12,91 persen (21,86 poin), PT Bank Mega Tbk (MEGA) milik CT Corp melonjak 38,55 persen (18,12 poin), serta BBCA milik Grup Djarum yang menguat 1,9 persen dengan kontribusi 11,71 poin.

Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup menguat 2,07 persen ke level 7.458,50 pada Jumat (10/4/2026), mencatatkan reli tiga hari beruntun.

Secara mingguan, indeks melonjak 6,14 persen, meski secara year-to-date (YtD) masih terkoreksi 13,74 persen.

Indeks masih berusaha pulih setelah sebelumnya tertekan sentimen negatif, mulai dari isu investabilitas MSCI hingga konflik geopolitik Timur Tengah sejak awal tahun.

Pekan ini, sentimen positif juga datang setelah FTSE Russell menegaskan Indonesia tetap berstatus Secondary Emerging Market.

Lembaga tersebut menyatakan terus memantau perkembangan reformasi pasar modal Indonesia dan akan mengumumkan keputusan terkait perlakuan efek Indonesia menjelang review indeks Juni 2026 setelah mempertimbangkan progres reformasi serta masukan pelaku pasar.

Di sisi global, pengumuman gencatan senjata dua pekan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran turut meredakan kekhawatiran investor, meski kesepakatan tersebut dinilai masih rapuh dan perkembangan situasi geopolitik tetap dicermati oleh pelaku pasar. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.

SHARE