MARKET NEWS

Saham Logistik: TRUK ARA Beruntun hingga WBSA Moncer saat Debut

Shifa Nurhaliza Putri 10/04/2026 15:25 WIB

Pada perdagangan sore ini pukul 15.19 WIB Jumat (10/4/2026) indeks saham transportasi dan Logistik dalam IDXTRANS tercatat naik 1,18 persen ke posisi 1.899.313.

Saham Logistik: TRUK ARA Beruntun hingga WBSA Moncer saat Debut. (Foto: Ilustrasi)

IDXChannel - Saham sektor transportasi dan logistik kembali mencuri perhatian pasar. PT Guna Timur Raya Tbk (TRUK) tercatat mengalami auto rejection atas (ARA) selama tiga hari berturut-turut. Pada perdagangan Jumat (10/4/2026), saham TRUK melonjak 24,73 persen ke level Rp454.

Meski harga sahamnya melesat, kinerja fundamental TRUK masih menunjukkan tekanan. Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), perseroan membukukan rugi bersih sebesar Rp6,1 miliar pada 2025, meningkat dibandingkan kerugian Rp4,7 miliar pada 2024.

Di sisi lain, emiten pada sektor Logistik lainnya yakni PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE) tercatat mengakuisisi saham TRUK. Mengacu pada laporan perubahan kepemilikan di atas 5 persen kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), total kepemilikan terafiliasi CBRE di TRUK kini mencapai 35 persen.

Masih dari sektor logistik, PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) resmi melantai di Bursa Efek Indonesia pada Jumat (10/4/2026). Dalam penawaran umum perdana saham (IPO), WBSA menetapkan harga Rp168 per saham dengan total dana yang dihimpun mencapai sekitar Rp302,4 miliar.

Pada perdagangan perdananya hingga pukul 14.54 WIB, saham WBSA melonjak 34,52 persen ke level Rp226. Tingginya minat investor tercermin dari oversubscribe yang mencapai 386,86 kali.

Dana hasil IPO berasal dari penerbitan maksimal 1,80 miliar saham baru atau setara 20,75 persen dari total modal setelah IPO. Perseroan berencana menggunakan dana tersebut untuk mendukung ekspansi bisnis dan penguatan operasional.

Mengacu pada prospektus, WBSA bergerak di bidang jasa logistik terintegrasi, meliputi angkutan darat, freight forwarding laut dan udara, pergudangan, hingga Inland Logistics Terminal (ILT). Prospek usaha dinilai positif seiring karakter geografis Indonesia sebagai negara kepulauan serta meningkatnya aktivitas perdagangan dan hilirisasi.

Selain itu, tren efisiensi rantai pasok dan pertumbuhan ekonomi berbasis keberlanjutan turut menjadi pendorong utama sektor ini. Integrasi layanan logistik menjadi nilai tambah bagi emiten dalam memperluas pangsa pasar.

Sekadar informasi, pada perdagangan sore ini pukul 15.19 WIB Jumat (10/4/2026) indeks saham transportasi dan Logistik dalam IDXTRANS tercatat naik 1,18 persen ke posisi 1.899.313. Meski demikian, pelaku pasar tetap diingatkan untuk mencermati risiko volatilitas jangka pendek, mengingat lonjakan harga saham yang terjadi dalam waktu relatif singkat.

Di sisi lain, perbaikan kondisi geopolitik global juga menjadi sentimen tambahan. Hal ini mendorong investor kembali bersikap risk-on di pasar saham setelah sebelumnya mengalami tekanan koreksi.

(Shifa Nurhaliza Putri)

SHARE