Saham MEDC hingga ENRG Menguat di Tengah Reli Harga Minyak
Saham emiten sektor minyak dan gas (migas) naik pada perdagangan Rabu (14/1/2026) seiring harga komoditad energi acuannya tengah reli dalam beberapa hari terakh
IDXChannel – Saham emiten sektor minyak dan gas (migas) naik pada perdagangan Rabu (14/1/2026) seiring harga komoditad energi acuannya tengah reli dalam beberapa hari terakhir.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 11.06 WIB, saham PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) menguat 4,00 persen ke Rp1.560 per unit, PT Radiant Utama Interinsco Tbk (RUIS) terkerek 5,04 persen ke Rp292 per unit, PT Elnusa Tbk (ELSA) 2,88 persen.
Kemudian, saham PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) tumbuh 2,27 persen, PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) 1,71 persen, dan PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) 1,52 persen.
Harga minyak mentah WTI bergerak mendatar di kisaran USD61 per barel pada Rabu, mempertahankan sebagian besar kenaikan dari reli empat hari yang membawa harga mendekati level tertinggi hampir 12 pekan.
Pasar menanti pernyataan pejabat Amerika Serikat (AS) terkait Iran menjelang pertemuan di Gedung Putih.
Pergerakan ini menyusul keputusan Presiden AS Donald Trump yang membatalkan pembicaraan dengan pejabat Iran hingga aksi protes mereda, sembari menyatakan dukungan kepada para demonstran.
Mengutip i gejolak di Iran, serta risiko keterlibatan AS, berpotensi mengancam produksi minyak negara tersebut yang mencapai sekitar 3,3 juta barel per hari.
Trump juga memperingatkan bahwa negara-negara yang tetap berbisnis dengan Iran akan dikenai tarif baru sebesar 25 persen, sehingga menambah kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan.
Di sisi lain, serangan terhadap dua kapal tanker minyak di dekat terminal Laut Hitam milik Caspian Pipeline Consortium mengganggu ekspor minyak mentah Kazakhstan.
Gangguan ini memperparah keterlambatan pengiriman yang sebelumnya dipicu cuaca musim dingin ekstrem dan kerusakan fasilitas sandar.
Sementara itu, data American Petroleum Institute (API) menunjukkan persediaan minyak mentah AS naik 5,3 juta barel pada pekan lalu.
Jika dikonfirmasi oleh data resmi, kenaikan ini berpotensi menjadi penambahan stok terbesar dalam dua bulan terakhir. (Aldo Fernando)