MARKET NEWS

Saham Prajogo Menghijau, Petrosea (PTRO) Sentuh Rekor Tertinggi Baru

TIM RISET IDX CHANNEL 08/01/2026 10:39 WIB

Saham emiten Grup Barito besutan Prajogo Pangestu kembali menggeliat pada perdagangan Kamis (8/1/2026) setelah sempat bergerak sideways dalam beberapa waktu.

Saham Prajogo Menghijau, Petrosea (PTRO) Sentuh Rekor Tertinggi Baru. (Foto:

IDXChannel – Saham emiten Grup Barito besutan Prajogo Pangestu kembali menggeliat pada perdagangan Kamis (8/1/2026) setelah sempat bergerak sideways dalam beberapa waktu terakhir.

Saham PT Petrosea Tbk (PTRO) bahkan mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (all-time high/ATH) baru pada perdagangan pagi ini.

Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 10.18 WIB, saham PTRO menguat 4,00 persen ke Rp12.350 per unit, usai menyentuh rekor di Rp12.600 per unit. Nilai transaksi mencapai Rp260,90 miliar.

Bersama tambang batu bara milik Grup Bakrie dan Salim PT Bumi Resources Tbk (BUMI), Indo Premier Sekuritas, dalam riset pada 10 Desember 2025, menilai PTRO memiliki peluang terbesar kedua untuk masuk MSCI Standard Cap.

Saham PTRO hanya membutuhkan kenaikan harga sekitar 15-20 persen dari level saat riset tersebut ditulis (yakni di Rp10.025 per unit menjadi di kisaran Rp11.580 per unit) untuk memenuhi kriteria. Seperti BUMI, PTRO juga saat ini merupakan anggota MSCI Small Cap Indonesia Index.

Peluang PTRO semakin terbuka setelah MSCI memperbarui porsi free float saham ini menjadi 30 persen, dari sebelumnya 25 persen.

Perubahan tersebut menurunkan estimasi batas harga minimum (price cut-off) menjadi sekitar Rp11.000-Rp12.000 per saham, dibandingkan estimasi awal di kisaran Rp13.000-Rp14.000 per saham.

Sementara, Henan Putihrai (HP) Sekuritas menilai prospek PTRO semakin solid seiring langkah ekspansi dan penguatan bisnis EPCI.

Dalam riset bertanggal 3 Desember 2025, HP Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli (buy) dengan menaikkan target harga PTRO menjadi Rp13.100, dari sebelumnya Rp10.000.

Analis HP Sekuritas menyoroti akuisisi 60 persen saham SBPL sebagai katalis penting. Langkah ini dinilai memperkuat kapabilitas EPC terintegrasi PTRO, membuka akses ke proyek bernilai lebih tinggi, serta menciptakan sinergi cross-selling.

Akuisisi tersebut juga dipandang sebagai platform yang skalabel untuk mempercepat ekspansi regional PTRO di luar Indonesia.

Di sisi operasional, pipeline bisnis EPCI PTRO dinilai terus mengalami percepatan. Kontrak terbaru senilai USD9,5 juta dari Petronas menjadi bukti kemampuan PTRO dalam menangani proyek EPCI yang lebih besar dan berulang.

HP Sekuritas menilai, dengan kapasitas pendanaan yang lebih longgar, segmen ini berpotensi mencatat lonjakan pertumbuhan pada fase berikutnya.

Manajemen PTRO juga dinilai cukup disiplin dalam menjaga struktur permodalan. Kondisi tersebut membuka peluang bagi aksi penggalangan ekuitas untuk mendukung ekspansi EPCI sekaligus memperkuat neraca keuangan perseroan.

Dari sisi kinerja, PTRO mencatatkan performa kuat sepanjang 9 bulan pertama 2025. Pendapatan tumbuh 18,4 persen secara tahunan, sementara laba operasional naik 28,7 persen.

Laba bersih bahkan melonjak 141,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, ditopang oleh momentum positif di bisnis pertambangan, EPC, serta kontribusi awal dari EPCI.

HP Sekuritas memperkirakan akselerasi EPCI pada kuartal IV-2025 akan mendorong kinerja semakin mendekati proyeksi penuh tahun 2025.

Kenaikan target harga PTRO didasarkan pada pendekatan discounted cash flow (DCF) dengan asumsi WACC 8,9 persen dan terminal growth 4,0 persen.

Meski demikian, HP Sekuritas tetap mencermati sejumlah risiko, terutama potensi perlambatan ramp-up EPCI dan tantangan integrasi SBPL yang dapat menekan kinerja jangka pendek.

Selain PTRO, saham Prajogo lainnya juga cenderung menghijau, macam PT Barito Pacific Tbk (BRPT) yang menguat 4,26 persen, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) tumbuh 3,37 persen, PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) naik 1,81 persen, dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) 1,09 persen.

Berbeda, saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) terkoreksi 0,26 persen. (Aldo Fernando)

SHARE