Sederet Saham Big Cap Jadi Sasaran Jual Asing Sepekan
Sejumlah saham big cap menjadi sasaran aksi jual investor asing dalam sepekan terakhir di tengah tekanan rebalancing MSCI dan kebijakan terbaru FTSE Russell.
IDXChannel – Sejumlah saham big cap menjadi sasaran aksi jual investor asing dalam sepekan terakhir di tengah tekanan rebalancing MSCI dan kebijakan terbaru FTSE Russell terhadap saham Indonesia.
Dalam sepekan, investor asing tercatat melakukan jual bersih Rp2,80 triliun di pasar reguler, seiring Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 3,53 persen dan kembali mendekati area support penting.
Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup melemah 1,98 persen ke level 6.723,320 pada perdagangan Rabu (13/5/2026). Pasar domestik libur pada Kamis (14/5) dan Jumat (15/5) untuk memperingati Kenaikan Yesus Kristus.
Tekanan muncul setelah sejumlah saham Indonesia dikeluarkan dari MSCI Global Standard Index dan MSCI Global Small Cap Index dalam hasil review kuartalan MSCI Mei 2026.
Sentimen negatif bertambah setelah FTSE Russell menyatakan akan menghapus saham Indonesia dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (high shareholding concentration/HSC) dari indeksnya dengan harga nol (zero price) efektif pada 22 Juni 2026.
Berdasarkan data perdagangan sepekan, saham bank pelat merah PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menjadi emiten dengan aksi jual asing terbesar. Investor asing mencatat jual bersih Rp656,21 miliar di saham BMRI, sementara harga sahamnya turun 9,29 persen ke level Rp4.200 per unit.
Di posisi berikutnya, saham tambang BUMN PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dilego asing sebesar Rp304,60 miliar. Meski tekanan jual asing cukup besar, penurunan harga saham ANTM relatif lebih terbatas, yakni 3,58 persen ke Rp3.500.
Saham Grup Sinarmas, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), juga masuk daftar saham dengan tekanan jual asing terbesar. Net foreign outflow di saham DSSA mencapai Rp298,92 miliar, dengan harga saham anjlok 20,99 persen ke level Rp1.035.
Selanjutnya, saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) mencatat jual bersih asing Rp260,21 miliar. Saham CUAN sekaligus menjadi salah satu yang terkoreksi paling dalam, yakni turun 24,11 persen dalam sepekan ke level Rp850.
Sementara itu, saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) yang terafiliasi Grup Salim mencatat net foreign outflow Rp173,44 miliar. Harga saham AMMN melemah 12,11 persen ke Rp3.700.
Di sektor perbankan, saham milik Grup Djarum, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), juga masih mengalami aksi jual asing sebesar Rp128,10 miliar.
Namun, koreksi harga saham BBCA relatif lebih terbatas dibanding saham lain dalam daftar tersebut, yakni turun 1,21 persen ke level Rp6.100. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.