MARKET NEWS

Siap Jajaki Pengadaan Fiber Optik di IKN, Bos Sinergi Inti (INET): Mungkin Tahun Depan

Cahya Puteri Abdi Rabbi 24/07/2023 18:46 WIB

Perseroan menargetkan bisa berpartisipasi dalam proyek pengadaan kabel fiber optik di IKN mulai tahun depan.

Siap Jajaki Pengadaan Fiber Optik di IKN, Bos Sinergi Inti (INET): Mungkin Tahun Depan (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) bakal menjajaki peluang pengadaan kabel fiber optik di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. 

Perseroan menargetkan bisa berpartisipasi dalam proyek pengadaan kabel fiber optik di IKN mulai tahun depan.

“Untuk saat ini belum ada pembahasan, tapi kami pasti akan ambil momentumnya, mungkin di tahun depan ya,” kata Direktur Utama INET, Muhammad Arif di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (24/7/2023).

Arif berkomitmen untuk berpartisipasi dalam proyek pengadaan kabel fiber optik di IKN. Namun, hingga akhir tahun 2023 ini perseroan akan berfokus pada pengembangan infrastruktur di Pulau Jawa.

“Pasti akan berpartisipasi, tapi kami fokus dulu pengembangan infrastruktur di Jawa,” imbuh Arif.

Hingga akhir tahun ini, perseroan membidik pertumbuhan laba bersih sebesar 20%. Selain itu, INET juga menargetkan pendapatan tumbuh sebesar 30%.

Per Maret 2023, perseroan membukukan laba sebesar Rp515,06 juta, naik 28,29% dari periode yang sama tahun 2022 lalu yang sebesar Rp401,46 juta. Sementara pendapatan perseroan hingga Maret 2023 tercatat sebesar Rp6,50 miliar. Angka itu naik 42,83% dari periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp4,55 miliar.

“Kami sudah menjajaki potensi pasar untuk mencapai target ini. Targetnya setelah penawaran umum ini kami bisa garap semuanya, terutama yang di Jawa,” kata Arif.

INET memproyeksikan penambahan 52 point of presence (PoP) hingga akhir tahun ini, serta memperluas area pemasangan kabel optik fiber dari Jakarta ke Surabaya. Arif optimistis bisnis di bidang infrastruktur digital yang menjadi fokus perseroan akan mengalami pertumbuhan yang cukup tinggi. Hal itu menyusul peningkatan jumlah ISP di Indonesia yang masif, mencapai 20 perusahaan setiap bulannya. 

(SAN)

SHARE