Sinyal Damai AS-Iran hingga Data Ekonomi Beri Angin Segar, Rupiah Menguat ke Rp17.387 per USD
Mata uang Garuda menguat 36,5 poin atau 0,21 persen ke level Rp17.387 per USD.
IDXChannel - Nilai tukar (kurs) rupiah ditutup menguat pada perdagangan Rabu (6/5/2026). Mata uang Garuda menguat 36,5 poin atau 0,21 persen ke level Rp17.387 per USD.
Pengamat Pasar Uang dan Komoditas Ibrahim Assuaibi menilai sentimen global serta domestik cukup memberikan dukungan untuk penguatan rupiah.
“Dari global, pasar merespons positif pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengindikasikan kemungkinan kesepakatan damai dapat tercapai untuk mengakhiri perang dengan Iran,” ujar Ibrahim dalam risetnya, Rabu (6/5/2026).
Namun demikian, Trump mengatakan Angkatan Laut AS akan melanjutkan blokade pelabuhan Iran. Selat Hormuz, yang biasanya membawa kargo setara dengan sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam dunia, telah terisolir sejak perang AS-Iran dimulai pada 28 Februari.
Dari internal, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan perekonomian Indonesia mulai menunjukkan percepatan pertumbuhan setelah mencatat kinerja positif pada kuartal I-2026. Capaian pertumbuhan ekonomi sebesar 5,61 persen menjadi indikasi bahwa tren ekonomi nasional mulai bergerak ke arah yang lebih kuat dibandingkan periode sebelumnya.
Dia juga mengatakan bahwa percepatan ini belum sepenuhnya dipahami oleh pelaku pasar, yang justru masih menunjukkan kekhawatiran dan cenderung menarik dana dari pasar modal. Oleh karena itu, pemerintah akan menjaga momentum pertumbuhan ini pada kuartal berikutnya melalui berbagai kebijakan lanjutan. Koordinasi dengan Bank Indonesia juga terus diperkuat, khususnya dalam menjaga likuiditas sistem keuangan.
Selain itu, pemerintah tengah menyiapkan paket stimulus tambahan untuk mendorong aktivitas ekonomi dalam waktu dekat. Dengan langkah tersebut, pemerintah berharap akselerasi pertumbuhan ekonomi dapat terus berlanjut dan memberikan dampak positif bagi aktivitas usaha serta kepercayaan pasar ke depan.
Berdasarkan sentimen di atas, untuk perdagangan besok, mata uang rupiah masih berpotensi fluktuatif namun diproyeksi ditutup melemah pada rentang Rp17.380 - Rp17.420 per USD.
(NIA DEVIYANA)