Stock Split RAJA 1:5, Saham Pecah Mulai 16 Juli 2026
PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) akan segera memulai perdagangan dengan pemecahan nilai nominal saham (stock split) dengan rasio 1:5.
IDXChannel - PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) akan segera memulai perdagangan dengan pemecahan nilai nominal saham (stock split) dengan rasio 1:5. Sehingga, nilai nominal saham dari Rp25 menjadi Rp5 per saham.
Dilansir dari keterbukaan informasi BEI, Jumat (10/7/2026), tanggal akhir perdagangan saham dengan nilai nominal lama di seluruh pasar pada 15 Juli 2026.
Sedangkan tanggal mulai perdagangan saham dengan nilai nominal baru di pasar reguler dan negosiasi yakni 16 Juli 2026. Dilanjutkan dengan di pasar tunai pada 20 Juli 2026.
Jumlah saham RAJA sebelum stock split sebanyak 4.227.082.500, sedangkan jumlah saham sesudah stock split 21.135.412.500.
Sebagai informasi, RAJA melakukan aksi korporasi ini dengan tujuan untuk meningkatkan likuiditas perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Hal itu disampaikan dalam keterbukaan informasi pada 13 Mei 2026.
Manajemen RAJA mengungkapkan, rencana stock split tersebut telah mendapatkan persetujuan prinsip dari BEI pada 5 Mei 2026. Dengan begitu, langkah selanjutnya yakni meminta restu pemegang saham.
Alasan utama stock split karena perseroan menganggap harga saham RAJA saat ini sebesar Rp4.170 per saham, sudah terlalu tinggi.
"Hal ini mengakibatkan nilai investasi minimum untuk satu lot saham perseroan menjadi kurang terjangkau bagi sebagian investor," katanya.
Untuk memuluskan rencana ini, perseroan telah menjadwalkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 23 Juni 2026. Setelah restu diperoleh, perseroan akan mengajukannya kepada Kementerian Hukum pada 8 Juli 2026.
RAJA juga menunjuk Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Kusnanto & Rekan untuk mengukur nilai pasar perseroan. Berdasarkan analisis atas seluruh data dan informasi, nilai pasar RAJA per akhir 2025 sebesar USD1,2 miliar.
(Dhera Arizona)