Surya Semesta (SSIA) Bidik Pertumbuhan Pendapatan 60 Persen di 2026
PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) optimistis mampu mencapai target pertumbuhan pendapatan 60 persen secara tahunan pada 2026.
IDXChannel - PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) optimistis mampu mencapai target pertumbuhan pendapatan 60 persen secara tahunan pada 2026. Target tersebut akan ditopang oleh penjualan dan pengakuan pendapatan lahan di kawasan industri Subang Smartpolitan yang masih kuat, serta pemulihan kinerja segmen perhotelan.
Presiden Direktur SSIA, Johannes Suriadjaja, mengatakan minat investor terhadap kawasan industri Subang Smartpolitan masih menunjukkan perkembangan positif meskipun kondisi ekonomi dan geopolitik global menghadirkan sejumlah tantangan.
“Di tengah dinamika ekonomi dan geopolitik global, kami bersyukur SSIA masih mendapatkan kepercayaan dari investor global sebagai salah satu tujuan investasi mereka,” ujar Johannes dalam Public Expose yang digelar pada Senin (7/9/2026).
Dia memastikan, perseroan terus mempersiapkan infrastruktur yang dibutuhkan agar Subang Smartpolitan tidak hanya menjadi kawasan bagi industri manufaktur, tetapi juga berkembang sebagai pusat industri bernilai tambah tinggi, pusat inovasi, serta kegiatan penelitian dan pengembangan di Indonesia.
Selain kawasan industri, kinerja segmen perhotelan SSIA juga mulai menunjukkan pemulihan. Paradisus by Meliá Bali telah kembali beroperasi penuh sejak Februari 2026. Seiring dengan peningkatan kinerja operasional, perseroan menargetkan kontribusi segmen all-inclusive mencapai sekitar 50 persen dari total inventori kamar hingga akhir 2026.
Sementara itu, UMANA Bali, LXR Hotels & Resorts juga mencatat peningkatan kinerja, baik dari tingkat hunian maupun rata-rata tarif kamar. Perkembangan tersebut dinilai mencerminkan pemulihan yang semakin kuat pada bisnis perhotelan SSIA sekaligus memberikan kontribusi positif terhadap kinerja konsolidasian perseroan.
Pada segmen konstruksi, melalui anak usaha PT Nusa Raya Cipta Tbk (NRCA), Perseroan tetap optimistis dapat mencapai target pendapatan dan kontrak baru pada 2026. Di tengah persaingan yang semakin ketat dan tingginya harga material utama, NRCA terus menjalankan berbagai inisiatif efisiensi operasional.
Langkah tersebut antara lain dilakukan melalui penerapan strategi pengadaan material yang lebih terencana dan optimal guna menjaga margin serta profitabilitas proyek.
Optimisme Perseroan didukung oleh capaian kinerja keuangan yang kuat pada Semester I-2026. SSIA membukukan pendapatan konsolidasian Rp3.353 miliar, meningkat 58,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut terutama didorong oleh pengakuan penjualan yang signifikan pada segmen properti.
Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan, laba bruto meningkat menjadi Rp1.086 miliar, sementara EBITDA mencapai Rp692,5 miliar dengan margin EBITDA naik signifikan menjadi 20,7 persen. Perseroan juga mencatatkan laba bersih Rp262,6 miliar pada Semester I-2026.
Kinerja tersebut menunjukkan kontribusi positif dari berbagai lini bisnis SSIA. Segmen properti masih menjadi pendorong utama pertumbuhan, sementara bisnis konstruksi tetap solid dan segmen perhotelan menunjukkan pemulihan berkelanjutan.
Pemulihan segmen perhotelan juga tercermin dari keberhasilan Perseroan membukukan EBITDA positif pada Semester I-2026, setelah sebelumnya mencatatkan EBITDA negatif pada periode yang sama 2025.
Perkembangan ini menjadi salah satu indikator penting bahwa strategi Perseroan dalam memperkuat kinerja operasional dan mengoptimalkan portofolio perhotelan mulai memberikan hasil positif.
“Dengan dukungan pertumbuhan Subang Smartpolitan, pemulihan bisnis perhotelan, serta kinerja konstruksi yang tetap solid, SSIA optimistis dapat mempertahankan momentum pertumbuhan dan mencapai target kinerja yang telah ditetapkan untuk 2026,” ujar Johannes.
(NIA DEVIYANA)