IDXChannel - PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) menargetkan perbaikan kinerja pada tahun ini setelah pada 2025 mencetak rugi bersih. Penjualan lahan industri di Subang Metropolitan bakal menjadi motor utama pendapatan 2026.
Sepanjang tahun lalu, Surya Internusa mencatat penurunan pendapatan hingga 30 persen dari Rp6,3 triliun menjadi Rp4,4 triliun. Imbasnya, perseroan merugi Rp89 miliar, berbalik dari posisi laba pada 2024 sebesar Rp234 miliar.
Pada 2025, perseroan melalui anak usaha PT Suryacipta Swadaya mencatat penjualan lahan industri di Suryacipta Karawang dan Subang Metropolitan sebesar 46,9 hektare (ha) senilai Rp899,4 miliar. Angka ini anjlok 71 persen dari 2024 yang sebesar 162,4 ha senilai Rp2,0 triliun imbas adanya transaksi penjualan one-off kepada BYD.
Presiden Direktur PT Surya Semesta Internusa Tbk, Johannes Suriadjaja mengatakan, kinerja perseroan pada 2026 bakal didorong oleh konversi penjualan pemasaran (marketing sales) yang kuat dari Subang Metropolitan.
"Hal ini didukung berlanjutnya pemulihan yang solid pada segmen perhotelan, seiring peningkatan kinerja operasional Paradisus by Melia Bali sejak resmi beroperasi pada Februari tahun ini," katanya dalam keterangan resmi dikutip Rabu (24/6/2026).