Tambahan Hari Operasi Jadi Katalis Baru Blue Bird (BIRD)
PT Blue Bird Tbk (BIRD) berpotensi mendapatkan dorongan kinerja dari kebijakan perpanjangan hari kerja bagi para pengemudi taksi.
IDXChannel - PT Blue Bird Tbk (BIRD) berpotensi mendapatkan dorongan kinerja dari kebijakan perpanjangan hari kerja bagi para pengemudi taksi.
Bahana Sekuritas menilai langkah tersebut dapat menjadi katalis positif bagi kinerja perusahaan transportasi tersebut dalam jangka pendek.
Berdasarkan hasil pengecekan terhadap kanal pengemudi, Bahana Sekuritas menyebut Blue Bird telah meningkatkan jumlah hari kerja reguler sopir taksi menjadi 22 hari per bulan dari sebelumnya 20 hari. Kebijakan ini menambah sekitar 24 hari kerja tambahan dalam setahun.
Tambahan hari operasional tersebut diperkirakan dapat meningkatkan produktivitas armada dan berpotensi mendongkrak pendapatan perseroan.
Menurut Bahana Sekuritas, dampak positif dari perubahan ini belum sepenuhnya tercermin dalam konsensus proyeksi kinerja Blue Bird untuk tahun buku 2026.
Dengan prospek tersebut, Bahana Sekuritas memulai cakupan riset terhadap saham Blue Bird dengan rekomendasi beli. Perusahaan sekuritas itu menetapkan target harga saham BIRD sebesar Rp2.210 per unit.
Di pasar reguler, pada Kamis (2/7/2026), saham BIRD diperdagangkan di level Rp1.500 per unit, terkoreksi 11,76 persen sepanjang 2026, mengikuti tren pelemahan pasar secara umum.
Sebelumnya, BIRD menetapkan pembagian dividen tunai sebesar Rp415,3 miliar, setara dengan Rp166 per saham untuk tahun buku 2025. Dividen tersebut diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar Kamis (18/6/2026).
Blue Bird menaikkan rasio pembayaran dividen (dividend payout ratio) menjadi 65,3 persen dari laba bersih tahun lalu yang sebesar Rp636 miliar. Imbal hasil dividen (yield) mencapai 10 persen mengacu pada penutupan harga perdagangan kemarin di level Rp1.660 per saham.
Cum date dividen jatuh pada 26 Juni lalu, sedangkan tanggal pembayaran dividen akan dilaksanakan pada 10 Juli mendatang.
Komisaris Utama BIRD, Bayu Djokosoetono mengatakan, Dewan Komisaris melihat perseroan mampu menjaga kinerja yang sehat sekaligus mengendalikan biaya secara disiplin dalam jangka panjang.
"Konsistensi tersebut menjadi fondasi penting bagi Bluebird untuk terus menciptakan nilai bagi pemegang saham, pelanggan, serta seluruh pemangku kepentingan,” ujar Bayu.
Kemudian, sisa laba bersih akan dibukukan sebagai laba ditahan untuk mendukung kebutuhan modal kerja dan pengembangan usaha perseroan. Dividen akan dibagikan kepada pemegang saham yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham pada 30 Juni 2026, dengan pembayaran akan dilakukan pada 10 Juli 2026.
Direktur Utama BIRD, Adrianto Djokosoetono mengatakan, sepanjang tahun lalu, perseroan mencatatkan pertumbuhan yang solid membukukan pendapatan tertinggi sejak penawaran saham perdana (IPO).
Capaian ini menjadi bukti konsistensi Bluebird dalam memperkuat kualitas layanan dan mengembangkan solusi mobilitas yang relevan dengan kebutuhan pelanggan.
"Fokus pada inovasi, pemanfaatan teknologi, serta perluasan kapasitas operasional terus menjadi pendorong pertumbuhan perseroan dan memperkuat fondasi bisnis untuk jangka panjang," kata Adrianto.
Sepanjang 2025, Bluebird membukukan pendapatan bersih sebesar Rp5,7 triliun, meningkat 13 persen dibandingkan tahun sebelumnya dan menjadi pendapatan tertinggi sejak IPO.
Selain itu, EBITDA tercatat sebesar Rp1,4 triliun atau tumbuh 13 persen, sementara laba tahun berjalan meningkat 9 persen menjadi Rp643 miliar.
Perseroan juga terus memperkuat kapasitas operasional dengan mengoperasikan lebih dari 26.000 armada yang didukung 58 pool, lebih dari 1.300 outlet, serta kehadiran layanan di 22 kota di Indonesia.
"Ke depan, kami akan terus memperkuat layanan inti, mengembangkan segmen non-taksi, meningkatkan kontribusi kanal digital, serta menjaga keseimbangan antara pertumbuhan, efisiensi operasional, dan kualitas layanan. Dengan fondasi yang semakin kuat dan portofolio layanan yang semakin beragam, kami optimistis dapat melanjutkan pertumbuhan secara sehat, terukur, dan berkelanjutan,” kata Andre. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.