MARKET NEWS

Tol Akses Patimban Dikebut, SSIA Sebut Subang Bakal Jadi Magnet Investasi

Rahmat Fiansyah 22/07/2026 17:37 WIB

PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) memproyeksikan Subang bakal menjadi magnet investasi baru seiring keberadaan Pelabuhan Patimban.

PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) memproyeksikan Subang bakal menjadi magnet investasi baru seiring keberadaan Pelabuhan Patimban. (Foto: Ist)

IDXChannel - PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) memproyeksikan Subang bakal menjadi magnet investasi baru seiring keberadaan Pelabuhan Patimban. Saat ini, SSIA melalui anak usahanya, PT Suryacipta Swadaya terus mengembangkan kawasan industri Subang Smartpolitan.

Hingga akhir Juni 2026, progres pembangunan Jalan Tol Akses Patimban sepanjang 22,94 kilometer (km) yang mencakup Section Pasir Bungur hingga Patimban telah mencapai 68 persen. Tol yang terhunbung dengan Tol Cikopo-Palimanan ini penting dalam memperkuat konektivitas menuju Pelabuhan Patimban.

Chief Commercial Officer PT Suryacipta Swadaya, Abednego Purnomo mengatakan, kehadiran Jalan Tol Akses Patimban sangat strategis bagi industri manufaktur karena mempersingkat jalur pengiriman dari pabrik menuju pelabuhan.

“Dalam operasi manufaktur, efisiensi logistik tidak hanya dihitung dari biaya angkut, tetapi juga dari seberapa cepat barang bisa bergerak dari pabrik ke pelabuhan dan seberapa terjaga kepastian pengirimannya. Infrastruktur yang memperpendek akses ke pelabuhan akan sangat menentukan, terutama bagi perusahaan yang bekerja dengan volume besar dan target pengiriman yang ketat," katanya, Rabu (22/7/2026).

Menurut Abednego, urgensi konektivitas logistik yang efisien berdampak signifikan terhadap operasional tenant di kawasan Subang Smartpolitan. Tol Akses Patimban juga akan menjadi keunggulan utama dalam mengakselerasi mobilitas bahan baku maupun distribusi barang jadi, sekaligus memaksimalkan efisiensi rantai pasok global.

“Bagi perusahaan yang menjadi bagian dari rantai pasok global, kedekatan dengan pelabuhan semakin penting karena memengaruhi ritme pengiriman bahan baku maupun produk jadi. Karena itu, progres akses ke Patimban memberi nilai tambah yang lebih konkret bagi kawasan seperti Subang Smartpolitan ketika perusahaan mempertimbangkan basis produksi untuk melayani pasar ekspor,” ujar Abednego.

Dengan progres Tol Akses Patimban yang terus berjalan, dia meyakini Subang semakin memiliki kombinasi yang dicari industri berorientasi ekspor, yaitu lahan pengembangan, akses ke pelabuhan, dan konektivitas ke jaringan logistik utama. Bagi perusahaan manufaktur yang terhubung dengan rantai pasok global, kombinasi ini membuat Subang semakin layak diperhitungkan sebagai basis produksi untuk melayani pasar internasional.

(Rahmat Fiansyah)

SHARE