MARKET NEWS

Vale Indonesia (INCO) Bukukan Laba Rp1,87 Triliun di Semester I-2026

Rahmat Fiansyah 30/07/2026 05:00 WIB

PT Vale Indonesia Tbk (INCO) mencatatkan kinerja keuangan yang solid sepanjang semester I-2026 dengan membukukan laba bersih USD104 juta.

PT Vale Indonesia Tbk (INCO) mencatatkan kinerja keuangan yang solid sepanjang semester I-2026 dengan membukukan laba bersih USD104 juta. (Foto: Ist)

IDXChannel - PT Vale Indonesia Tbk (INCO) mencatatkan kinerja keuangan yang solid sepanjang semester I-2026. Perusahaan yang bergerak di sektor pertambangan nikel itu membukukan laba bersih USD104 juta atau setara Rp1,87 triliun, naik empat kali lipat dibandingkan semester I-2025 sebesar USD25 juta.

Pada periode yang sama, PT Vale membukukan pendapatan sebesar USD543 juta, meningkat 28 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya USD423 juta. 

Sementara EBITDA perseroan meningkat 113 persen menjadi USD196 juta. Kenaikan tersebut didorong oleh peningkatan produksi, penguatan harga nikel, serta disiplin operasional.

Harga realisasi rata-rata nikel matte meningkat 21 persen secara menjadi USD14.491 per ton. Sementara volume penjualan nikel matte turun 21 persen menjadi 27.659 ton.

Pada semester I-2026, PT Vale merealisasikan belanja modal sekitar USD116 juta untuk mendukung keberlanjutan operasi dan pengembangan sejumlah proyek strategis. Adapun posisi kas dan setara kas perseroan per 30 Juni 2026 tercatat sebesar USD111 juta, disebabkan oleh aktivitas investasi yang terus berjalan.

Dalam pengembangan bisnis hilirisasi, PT Vale bersama GEM Co., Ltd. dan EcoPro juga mencatatkan tonggak penting melalui kedatangan autoclave untuk proyek HPAL Sambalagi dalam Indonesia Growth Project (IGP) Morowali. Kedatangan fasilitas utama tersebut menjadi bagian dari upaya perseroan membangun rantai nilai bahan baku baterai kendaraan listrik terintegrasi di Indonesia.

"Kedatangan autoclave tersebut merupakan langkah maju yang signifikan dalam pengembangan rantai nilai bahan baku baterai terintegrasi di Indonesia serta memperkuat komitmen PT Vale untuk mendukung agenda hilirisasi nasional," kata Presiden Direktur dan Chief Executive Officer PT Vale Indonesia Tbk, Bernardus Irmanto dalam keterangan resmi, Rabu (29/7/2026).

Bernardus menambahkan perseroan akan terus memperkuat fondasi produksi melalui disiplin operasional dan peningkatan kapasitas tambang.

"Ke depan, Perseroan akan terus mempercepat pengembangan proyek-proyek HPAL untuk mengolah bijih limonit menjadi Mixed Hydroxide Precipitate (MHP), yaitu produk antara yang sangat penting dalam rantai pasok global baterai kendaraan listrik," ujarnya.

Secara operasional, produksi nikel matte pada semester I-2026 mencapai 29.773 ton, lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 35.584 ton. Namun, produksi pada kuartal II-2026 meningkat 19 persen secara kuartalan menjadi 16.153 ton dari 13.620 ton pada kuartal I-2026.

Peningkatan produksi tersebut mencerminkan perbaikan kinerja operasional setelah rampungnya proyek pembangunan kembali Tanur Listrik 3, sekaligus menjaga keandalan operasi di tengah dinamika pasar nikel global.

Selain bisnis nikel matte, PT Vale juga mencatat pertumbuhan signifikan pada penjualan bijih nikel melalui tiga hub pertambangan, yakni Sorowako, Bahodopi, dan Pomalaa.

Blok Bahodopi mencatat penjualan bijih nikel saprolit sebesar 1,96 juta wet metric ton (wmt) sepanjang semester I-2026. Sementara itu, Blok Pomalaa membukukan penjualan bijih nikel sebesar 1,35 juta wmt pada periode yang sama.

(Rahmat Fiansyah)

SHARE