Wall Street Beragam, Investor Berhati-hati Jelang Rilis Kinerja Raksasa Teknologi
Indeks saham utama Wall Street dibuka beragam pada perdagangan Rabu (22/7/2026).
IDXChannel - Indeks saham utama Wall Street dibuka beragam pada perdagangan Rabu (22/7/2026). Ini terjadi akibat pelemahan saham chip yang memperburuk sentimen menjelang laporan pendapatan kelompok pertama perusahaan raksasa teknologi.
Dilansir dari Reuters, Dow Jones Industrial Average naik 238,09 poin atau 0,46 persen menjadi 52.462,73, S&P 500 menanjak 2,28 poin atau 0,03 persen ke level 7.511,48, dan Nasdaq Composite melemah 65,06 poin atau 0,25 persen menjadi 25.772,14.
Investor sekarang menantikan hasil kuartal II dari Alphabet dan Tesla; perusahaan megacap pertama dari tujuh perusahaan besar yang disebut Magnificent Seven yang baru akan dirilis setelah penutupan pasar.
Alphabet akan berada di bawah pengawasan khusus setelah penundaan peluncuran model yang menjadi inti ambisi AI-nya meningkatkan kekhawatiran para investor, hingga sahamnya stagnan.
"Investor akan mengambil sikap menunggu dan melihat sebelum memutuskan apakah trennya benar-benar menurun atau apakah 'beli saat harga turun' kemarin memiliki keberlanjutan," kata Kepala Strategi Investasi di CFRA Research, Sam Stovall.
"Besarnya pengeluaran modal akan menjadi pusat perhatian baik bagi Tesla maupun Alphabet," ujar dia.
Banyaknya laporan pendapatan membuat pasar berpotensi bergejolak sepanjang pekan ini. Bahkan, risiko geopolitik menambah kehati-hatian.
Pertempuran di Timur Tengah tetap menjadi fokus karena ancaman terhadap pelayaran oleh milisi Houthi Yaman yang didukung Iran, bersamaan dengan konflik yang meluas, mengganggu dua titik rawan energi terpenting di dunia.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan, Washington masih bersedia untuk menegosiasikan penyelesaian krisis Iran, tetapi Teheran tidak serius tentang pembicaraan tersebut.
Harga minyak naik ke level tertinggi hampir enam minggu, memperumit prospek bagi bank sentral karena kekhawatiran inflasi kembali menjadi sorotan.
Bank Sentral AS atau Federal Reserve diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tetap stabil hingga akhir 2026.
Indeks S&P 500 mencatat 10 rekor tertinggi baru dalam 52 minggu dan tidak ada rekor terendah baru, sementara Nasdaq Composite mencatat 27 rekor tertinggi baru dan 44 rekor terendah baru.
(Dhera Arizona)