Wall Street Beragam: Nasdaq Anjlok ke Level Terendah, Aksi Jual Saham AI Kian Dalam
Indeks Nasdaq jatuh ke level terendah dalam hampir sebulan akibat tertekan oleh aksi jual saham-saham yang terkait dengan kecerdasan buatan (AI).
IDXChannel - Wall Street dibuka bervariasi pada perdagangan Kamis (15/10/2026) waktu setempat. Indeks Nasdaq jatuh ke level terendah dalam hampir sebulan akibat tertekan oleh aksi jual saham-saham yang terkait dengan kecerdasan buatan (AI).
Dilansir dari Reuters, sentimen negatif ini dipicu oleh kekhawatiran kenaikan suku bunga dapat berdampak pada investasi di bidang AI, ditambah dengan data terbaru yang menunjukkan meningkatnya tekanan harga di Amerika Serikat (AS).
Indeks Dow Jones Industrial Average dibuka naik 163,58 poin atau 0,32 persen menjadi 51.785,06, indeks S&P 500 turun 32,20 poin atau 0,42 persen ke level 7.686,74, dan indeks Nasdaq Composite melemah 283,07 poin atau 1,06 persen menjadi 26.409,80.
Pada Rabu, indeks S&P 500 dan Nasdaq mencatat penurunan harian terbesar sejak Juli. Hal ini terjadi setelah data inflasi konsumen yang lebih tinggi dari perkiraan memicu ekspektasi akan adanya kenaikan suku bunga lanjutan oleh Federal Reserve AS, yang kemudian menekan saham-saham sektor teknologi.
Pernyataan hati-hati akibat ketidakpastian makroekonomi dari produsen semikonduktor TSMC terkait prospek tahun 2027, memperburuk sentimen pasar.
Laporan yang menyebutkan pendapatan kuartal III perusahaan AI, Anthropic, melonjak 45 persen dibandingkan kuartal sebelumnya, gagal memperbaiki sentimen investor.
Saham-saham produsen chip turut melemah, di mana Nvidia turun 3,3 persen, sementara Micron Technology dan Advanced Micro Devices masing-masing mencatat penurunan sebesar 5 persen dan 6,4 persen.
Indeks sektor semikonduktor secara keseluruhan diperkirakan telah kehilangan nilai sebesar USD2 triliun akibat penurunan lebih dari 14 persen dalam tujuh sesi perdagangan, jika tren pelemahan ini terus berlanjut. Kondisi ini menandai periode penurunan terpanjang sejak Mei 2025.
Sektor teknologi informasi dalam indeks S&P 500 menjadi penekan terbesar dengan penurunan 2 persen. Kondisi lesu ini mendorong investor beralih ke obligasi pemerintah, di mana imbal hasil obligasi pemerintah AS (US Treasury) tenor 10 tahun, turun ke level terendah dalam tiga minggu, yakni 5,0725 persen.
Indeks Nasdaq telah turun lebih dari 4 persen dari rekor tertinggi yang dicapai pekan lalu. Kekhawatiran mengenai tingginya biaya pinjaman dan pengeluaran untuk AI kini membayangi musim laporan laba kuartal ketiga, periode di mana laba perusahaan-perusahaan dalam indeks S&P 500 diperkirakan tumbuh sebesar 30,6 persen, menurut data LSEG.
Data menunjukkan, harga produsen di Amerika Serikat mengalami kenaikan terbesar dalam 4,5 tahun terakhir pada bulan September, dipicu oleh meningkatnya biaya barang dan jasa. Hal ini menjadi indikasi terbaru bahwa inflasi mulai meluas ke luar sektor produk energi.
Pasar kini akan mencermati pidato Ketua The Fed Kevin Warsh dalam Pertemuan Tahunan Dana Moneter Internasional (IMF).
Di bursa NYSE, jumlah saham yang naik melampaui jumlah saham yang turun dengan rasio 1,78 banding 1, sementara di Nasdaq, rasio tersebut berada di angka 1,05 banding 1.
Indeks S&P 500 mencatatkan 20 level tertinggi baru dalam 52 minggu terakhir tanpa ada level terendah baru, sedangkan indeks Nasdaq Composite mencatat 29 level tertinggi baru dan 261 level terendah baru.
(Dhera Arizona)