IDXChannel - Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Selasa (13/10/2026). Saham-saham semikonduktor melanjutkan penurunan dalam beberapa sesi terakhir dan investor mencermati hasil kinerja kuartalan yang beragam dari Citigroup serta sejumlah bank besar Amerika Serikat (AS) lainnya.
Melansir Reuters, S&P 500 turun tipis 0,02 persen dan mengakhiri perdagangan di level 7.805,45 poin. Nasdaq melemah 0,15 persen ke level 27.204,38 poin, sedangkan Dow Jones Industrial Average turun 0,35 persen ke level 51.670,10 poin.
Indeks semikonduktor PHLX (.SOX) turun 0,23 persen, mencatatkan pelemahan selama lima sesi berturut-turut. Selain itu, laporan mengenai kemajuan teknologi yang dicapai perusahaan chip memori China, CXMT, memperkuat kekhawatiran terhadap meningkatnya persaingan.
Micron Technology (MU.O) merosot 3,6 persen sedangkan Applied Materials (AMAT.O) anjlok hampir 7 persen. Sementara itu, Broadcom naik 0,7 persen.
Citigroup (C.N) turun 5,6 persen dan Goldman Sachs (GS.N) melemah 0,2 persen meskipun kedua bank tersebut membukukan laba yang melampaui estimasi.
Wells Fargo (WFC.N) merosot 3,1 persen setelah pendapatan bunga bersihnya tidak mencapai estimasi. Sementara itu, JPMorgan Chase (JPM.N) ditutup turun 0,9 persen setelah mencatatkan laba yang jarang terjadi di bawah ekspektasi.
Apple (AAPL.O) sempat menyentuh rekor tertinggi intraday di level USD348,15 sebelum ditutup naik 0,1 persen ke USD341,27. Dengan demikian, kapitalisasi pasar saham perusahaan tersebut mencapai USD4,98 triliun.
Berdasarkan data LSEG, para analis rata-rata memperkirakan laba perusahaan-perusahaan yang tergabung dalam indeks S&P 500 pada kuartal III akan melonjak lebih dari 30 persen, terutama didorong oleh perusahaan teknologi yang berkaitan dengan kecerdasan buatan (AI).
Ekspektasi terhadap kuatnya musim laporan keuangan telah meredam kekhawatiran mengenai perang AS dengan Iran, lonjakan imbal hasil obligasi, serta inflasi yang dipicu tingginya harga minyak.
"Banyak investor merasa lega karena pasar mungkin mulai lebih berfokus pada kinerja laba perusahaan dan tidak terlalu memperhatikan pasar obligasi, harga minyak yang bertahan tinggi lebih lama, serta suku bunga yang tinggi," kata CEO Longbow Asset Management di Tulsa, Oklahoma, Jake Dollarhide.
S&P 500 telah menguat 14 persen sepanjang 2026, ditopang saham-saham teknologi yang berkaitan dengan AI. Namun, saham median dalam indeks tersebut hanya naik kurang dari 5 persen, sementara lebih dari 200 konstituen S&P 500 mencatatkan penurunan sepanjang tahun ini.
Mencerminkan ekspektasi terhadap kuatnya laba perusahaan-perusahaan besar di sektor AI, S&P 500 diperdagangkan pada valuasi kurang dari 19 kali estimasi laba, level terendah sejak 2023.
Indeks semikonduktor PHLX telah merosot lebih dari 8 persen dalam lima sesi perdagangan terakhir, meskipun masih mencatatkan kenaikan lebih dari 70 persen sepanjang tahun berjalan.