Wall Street Beragam, S&P 500 dan Nasdaq Merah Imbas Penurunan Saham Perusahaan Raksasa Teknologi
Wall Street dibuka bervariasi pada perdagangan Kamis (25/6/2026). Indeks S&P 500 dan Nasdaq kompak mengalami penurunan, sedangkan Dow Jones naik tipis.
IDXChannel - Wall Street dibuka bervariasi pada perdagangan Kamis (25/6/2026), waktu setempat. Indeks S&P 500 dan Nasdaq kompak mengalami penurunan, sedangkan Dow Jones naik tipis.
Sentimen penurunan dua indeks tersebut akibat saham perusahaan teknologi besar mengalami koreksi hingga membebani pasar meskipun proyeksi kuat kinerja Micron dan Qualcomm membantu saham semikonduktor.
Dilansir dari Reuters, Kamis (25/6/2026), Dow Jones Industrial Average menguat 205,53 poin atau 0,40 persen menjadi 52.054,43, S&P 500 turun 28,11 poin atau 0,38 persen menjadi 7.330,11, dan Nasdaq Composite melemah 305,50 poin atau 1,20 persen ke level 25.171,14.
Saham teknologi membalikkan kenaikan awal dan bergerak lebih rendah karena kekhawatiran seputar pengeluaran perusahaan hyperscaler dan ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi terus membebani pasar meskipun prospek dari Micron dan Qualcomm menunjukkan permintaan yang kuat untuk infrastruktur AI.
Saham Apple turun 4,8 persen, sementara Nvidia, Microsoft, dan Alphabet melemah antara 1,5 persen dan 2,7 persen.
Saham Micron melonjak 10 persen dan melampaui Meta Platforms dan Tesla dalam nilai pasar, sementara Qualcomm naik 3 persen.
Kekhawatiran atas pengeluaran yang didukung utang oleh perusahaan hyperscaler dan kekhawatiran akan kebijakan Federal Reserve yang lebih ketat telah memicu penurunan pasar minggu ini, dengan saham teknologi memimpin aksi jual.
Sementara itu, indeks harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) sesuai dengan ekspektasi di angka 4,1 persen. Pembacaan akhir data PDB kuartal I menunjukkan pertumbuhan ekonomi sebesar 2,1 persen, dibandingkan dengan perkiraan sebelumnya sebesar 1,6 persen.
“Kami yakin inflasi tetap tinggi untuk saat ini, meskipun secara bertahap dapat menurun seiring waktu,” kata Ahli Strategi Ekuitas Senior di Generali Investments, Michele Morganti.
Penurunan harga minyak hingga di bawah level sebelum perang dan data yang menunjukkan ekonomi yang tangguh telah menambah optimisme tekanan inflasi dapat mereda, tanpa kenaikan suku bunga.
Komentar dari Ketua Fed yang baru, Kevin Warsh, yang menekankan perlunya mengendalikan inflasi telah membuat para pedagang mengantisipasi setidaknya satu kenaikan suku bunga pada akhir tahun.
Indeks S&P 500 mencatat 34 rekor tertinggi baru dalam 52 minggu dan 12 rekor terendah baru, sementara Nasdaq Composite mencatat 126 rekor tertinggi baru dan 115 rekor terendah baru.
(Dhera Arizona)