MARKET NEWS

Wall Street Dibuka Menguat Didorong Kenaikan Saham Nvidia

Nia Deviyana 14/05/2026 22:08 WIB

Saham Nvidia naik 3 persen, memberikan valuasi pasar sekitar USD5,6 triliun.

Wall Street Dibuka Menguat Didorong Kenaikan Saham Nvidia. Foto: AP.

IDXChannel - Tiga indeks utama Wall Street dibuka menguat pada perdagangan Kamis (14/5/2026), didorong kenaikan saham raksasa chip Nvidia. Sementara itu, investor masih mencermati data ekonomi dan memantau perkembangan pertemuan penting antara AS dan China.

Melansir Reuters, Dow Jones Industrial Average naik 270,32 poin atau 0,54 persen menjadi 49.963,52, S&P 500 naik 28,32 poin atau 0,38 persen menjadi 7.472,57, dan Nasdaq Composite naik 92,85 poin atau 0,35 persen menjadi 26.495,19.

Saham Nvidia naik 3 persen, memberikan valuasi pasar sekitar USD5,6 triliun, setelah laporan bahwa pemerintah AS telah mengizinkan sekitar 10 perusahaan China untuk membeli chip AI terkuat kedua mereka, yaitu H200.

Sementara itu, Cisco melonjak 14,7 persen ke level tertinggi sepanjang masa setelah perusahaan jaringan teknologi tersebut mengumumkan akan memangkas hampir 4.000 tenaga kerja sebagai bagian dari restrukturisasi, serta menaikkan proyeksi pendapatan tahunannya setelah lonjakan pesanan dari perusahaan hyperscaler.

Reli stabil saham teknologi dalam beberapa minggu terakhir, khususnya produsen chip, telah mendorong saham AS ke level tertinggi baru meskipun dibayangi konflik di Timur Tengah dan inflasi yang lebih tinggi akibat lonjakan harga minyak.

Penjualan ritel AS meningkat 0,5 persen pada April, sesuai dengan perkiraan, namun sebagian kenaikan kemungkinan disebabkan oleh inflasi yang lebih tinggi imbas perang.

“Para konsumen tidak berada dalam resesi, tetapi juga tidak menjadi pendorong utama ekonomi. Inflasi yang lebih tinggi, tarif, dan perubahan demografi telah menekan peran belanja ritel sebagai pendorong pertumbuhan,” ujar Global Head of Market Strategy di TradeStation, David Russell.

Selain itu, jumlah warga AS yang mengajukan klaim tunjangan pengangguran meningkat moderat minggu lalu, yang menunjukkan pasar tenaga kerja tetap stabil.

Sembilan dari sebelas sektor utama dalam S&P 500 berada di zona positif, dengan sektor teknologi memimpin kenaikan sebesar 1 persen.

Kunjungan Presiden AS Donald Trump ke China terjadi di tengah perang dengan Iran. Seorang pejabat Gedung Putih mengatakan bahwa para pemimpin dari dua ekonomi terbesar dunia sepakat bahwa selat Hormuz harus tetap terbuka dan bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir.

(NIA DEVIYANA)

SHARE